Berita

Melalui Tim Pengabdian, UNP Edukasi Masyarakat Talang Cegah Korsleting melalui Instalasi yang Benar

Jumat, 29 Agustus 2025 Humas UNP - Utari 352

Talang, Kab. Solok – Bertolak dari korsleting listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran rumah tangga di Indonesia, termasuk di Sumatera Barat. Kemudian masala ini umumnya dipicu instalasi yang tidak sesuai standar, penggunaan kabel di luar kapasitas, maupun ketiadaan perangkat pengaman listrik. Menyikapi hal tersebut tim dosen Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan pengabdian masyarakat bertajuk “Penguatan Keselamatan Listrik di Nagari sebagai Upaya Pencegahan Korsleting melalui Instalasi yang Benar” di Jorong Tabek Pala, Nagari Talang,Rabu (27/8/2025).

Kegiatan ini diketuai oleh Prof. Dr. Sukardi, M.T. bersama anggota Fivia Eliza, M.Pd. dan Novi Febrianti, S.ST., M.Pd.T., serta dibuka secara resmi oleh Kepala Departemen Teknik Elektro UNP, Dr. Mukhlidi Muskhir, S.Pd., M.Kom. Peserta utama adalah Kelompok Yasinan Jorong Tabek Pala yang dinilai strategis karena perannya sebagai komunitas religius sekaligus agen sosial di tengah masyarakat.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Humas UNP, Jumat (29/8/2025) dalam materinya, Prof. Sukardi menegaskan pentingnya kesadaran rumah tangga untuk mencegah korsleting. “Penggunaan kabel sesuai kapasitas, pemasangan saklar yang tepat, serta pemanfaatan perangkat pengaman seperti MCB dan ELCB adalah langkah sederhana namun krusial dalam mencegah kebakaran. Dengan pemahaman yang benar, masyarakat dapat melindungi rumah tangga mereka dari risiko kecelakaan listrik,” ujarnya.

Selain Prof. Sukardi, tim pengabdi juga menghadirkan dosen berkompeten, di antaranya Dr. Mahesi Agni Zaus, M.Pd.T., Arinda Frismelly, S.Pd., M.Pd.T., Fenti Amelia Sari, M.Pd.T., Hafiz Usri, S.Pd., M.Pd.T., Dr. Andrian, M.Pd.T., serta Drs. Hambali, M.Kes. Melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi praktik, peserta dilatih mengenali potensi bahaya listrik, memahami instalasi standar, hingga mampu melakukan tindakan preventif sederhana.

Antusiasme peserta tergambar dari testimoni yang disampaikan. Ibu Usmiarti, perwakilan Kelompok Yasinan Jorong Tabek Pala, mengaku sangat terbantu dengan materi yang diterima. “Selama ini kami hanya tahu menggunakan listrik, tetapi tidak paham bahaya dari instalasi yang salah. Kini kami mengerti pentingnya memilih kabel dan saklar yang tepat, serta memakai MCB. Ilmu ini akan kami sebarkan kepada keluarga dan jamaah yasinan lainnya,” ungkapnya. 

Hal senada juga disampaikan Ibu Wiwi. “Biasanya kalau ada masalah listrik di rumah, kami hanya memanggil tukang tanpa tahu apakah sesuai standar atau tidak. Setelah kegiatan ini, saya bisa membedakan mana instalasi yang aman. Ini sangat bermanfaat untuk mencegah musibah,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Syaiful Islami, M.Pd.T. menekankan bahwa edukasi semacam ini harus terus diperluas. “Keselamatan listrik sering kali diabaikan, padahal korsleting adalah penyebab utama kebakaran di Indonesia. Edukasi sederhana seperti ini dapat menjadi langkah awal pencegahan yang sangat efektif,” jelasnya.

Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh, tim pengabdi berharap masyarakat Nagari Talang semakin sadar, tanggap, dan mandiri dalam menjaga keselamatan listrik. Literasi yang ditanamkan tidak hanya bermanfaat bagi peserta, tetapi juga menyebar ke keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar, sehingga tercipta nagari yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan.

#SDGs3 #SDGs4 #SDGs7 #SDGs11 #SDGs17 #GoodHealthAndWellBeing #QualityEducation #AffordableAndCleanEnergy #SustainableCitiesAndCommunities #PartnershipsForTheGoals