Berita

Migrant Center UNP Terima Kunjungan Benchmarking Vocational Migrant Corner Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Rabu, 27 Mei 2026 Humas UNP - Siti Sarah 46

Padang, 20 Mei 2026 — Migrant Center Universitas Negeri Padang menerima kunjungan benchmarking dari Vocational Migrant Corner Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro pada Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penguatan tata kelola kelembagaan, pengembangan layanan, serta perluasan kolaborasi strategis dalam bidang pendampingan dan penyiapan calon pekerja migran Indonesia. Kegiatan benchmarking ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro kepada Universitas Negeri Padang. 


Rombongan Universitas Diponegoro yang dipimpin oleh Dr. Ida Hayu Dwimawanti, MM disambut langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Internasional Universitas Negeri Padang, Dr. rer. nat. Deski Berri, Kepala UPT Pengembangan Karier dan Kewirausahaan UNP, Dr. Efni Cerya, M.Pd.E, tim Migrant Center UNP, serta Wakil Dekan Bidang KASAU Fakultas Teknik dan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan. Kehadiran pimpinan universitas dan pengelola unit layanan menunjukkan komitmen UNP dalam memperkuat peran Migrant Center sebagai bagian dari ekosistem pengembangan karier global mahasiswa dan alumni.


Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Internasional menyampaikan bahwa Migrant Center UNP merupakan unit layanan yang relatif baru, dengan masa operasional kurang lebih satu tahun. Saat ini, pengelolaan Migrant Center UNP berada di bawah koordinasi UPT Pengembangan Karier dan Kewirausahaan UNP. Meskipun masih berusia muda, Migrant Center UNP terus diarahkan untuk menjadi pusat layanan yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam penyiapan calon pekerja migran Indonesia yang kompeten, terlindungi, dan berdaya saing.


Selanjutnya, Kepala UPT Pengembangan Karier dan Kewirausahaan UNP, Dr. Efni Cerya, dalam paparannya menjelaskan berbagai program yang telah dilaksanakan oleh Migrant Center UNP. Ia menyampaikan bahwa Migrant Center UNP sebelumnya telah menyelenggarakan tiga kegiatan peningkatan kapasitas bagi calon pekerja migran Indonesia, yaitu pelatihan bahasa Jepang, pelatihan hospitality, dan pelatihan bahasa Inggris. Ketiga program tersebut menjadi bagian dari upaya UNP dalam memperkuat kompetensi bahasa, keterampilan layanan, serta kesiapan lulusan untuk memasuki pasar kerja internasional.

Lebih lanjut, Dr. Cerya menyampaikan bahwa kerja sama dan kolaborasi strategis antara UNP dengan BP3MI Sumatera Barat dan KP2MI menjadi modal penting dalam memperkuat layanan Migrant Center UNP ke depan.


Menurutnya, melalui sinergi kelembagaan tersebut, Migrant Center UNP optimis dapat memberikan layanan yang lebih luas dan lebih berkualitas bagi calon pekerja migran Indonesia, khususnya mahasiswa, alumni, dan masyarakat yang membutuhkan pendampingan menuju peluang kerja global.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Universitas Diponegoro menyampaikan bahwa kedatangan mereka ke UNP didasarkan atas rekomendasi dari KP2MI. KP2MI menilai Migrant Center UNP sebagai salah satu Migrant Center yang memiliki praktik baik atau best practice di Indonesia. Bahkan, Migrant Center UNP juga pernah diundang sebagai salah satu narasumber dalam rapat Panitia Kerja Komisi IX DPR RI terkait Pekerja Migran Indonesia. Hal ini menjadi salah satu alasan penting bagi Vocational Migrant Corner Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro untuk melakukan benchmarking ke UNP.


Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis melalui sesi paparan, diskusi, dan pertukaran pengalaman. Beberapa isu utama yang dibahas meliputi model kelembagaan Migrant Center, strategi penguatan layanan, pola kerja sama dengan lembaga pemerintah, pengembangan pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja luar negeri, serta upaya perlindungan bagi calon pekerja migran Indonesia.


Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke kantor UPT Pengembangan Karier dan Kewirausahaan UNP yang sekaligus menjadi kantor layanan Migrant Center UNP. Pada saat kunjungan berlangsung, UPT PKK UNP juga sedang melaksanakan layanan konsultasi karier bagi mahasiswa dan alumni. Hal ini memberikan gambaran langsung kepada rombongan UNDIP mengenai integrasi layanan karier, kewirausahaan, dan Migrant Center dalam satu ekosistem layanan mahasiswa dan alumni.

Tak kalah penting, rombongan juga melakukan kunjungan ke laboratorium hospitality dan pariwisata UNP. Sarana dan prasarana tersebut merupakan salah satu fasilitas yang dimanfaatkan dalam mendukung kegiatan Migrant Center, terutama dalam penguatan keterampilan hospitality bagi calon pekerja migran Indonesia. Kunjungan ini menjadi bagian penting untuk memperlihatkan bagaimana UNP menghubungkan layanan kelembagaan dengan dukungan fasilitas pembelajaran dan pelatihan yang relevan.

Melalui kegiatan benchmarking ini, UNP dan Universitas Diponegoro diharapkan dapat saling memperkuat kapasitas kelembagaan dalam pengelolaan Migrant Center. Kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dalam pengembangan pelatihan, pertukaran pengalaman, riset, dan program pendampingan calon pekerja migran Indonesia berbasis perguruan tinggi.


Migrant Center UNP menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperluas jejaring kemitraan, serta mendukung penyiapan lulusan dan calon pekerja migran Indonesia yang profesional, adaptif, dan siap bersaing di pasar kerja global. (UPT. PKK UNP)