Berita

FK UNP Jalani Asesmen Lapangan, Selangkah Lagi Pembukaan Prodi Kedokteran Gigi

Kamis, 19 Februari 2026 Humas UNP - Utari 206

Padang — Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Padang menjalankan asesmen lapangan pendirian Program Studi Kedokteran Gigi pada Selasa dan Rabu, 17–18 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FK UNP ini menjadi tahapan penting dalam upaya menghadirkan pendidikan dokter gigi di UNP guna menjawab kebutuhan layanan kesehatan gigi dan mulut masyarakat.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Humas UNP, Kamis (19/2/2026) menyebutkan asesmen lapangan tersebut dilakukan oleh tim asesor nasional yang terdiri atas Prof. Dr.drg. Tri Erri Astoeti., M.Kes., Dr.drg. Harum Sasanti., Sp.PM(K-NI), LAKSDA TNI (Purn) drg. Adriani, Sp.Ort., F.I.C.D, drg. Irfan Sugianto., MMedEd., Sp.RKG., PhD, Dr.drg. Julita Hendrartini., M.Kes., AAK, serta Prof. drg. Armasastra Bahar., PhD. Tim asesor menelaah secara komprehensif kesiapan penyelenggaraan pendidikan, mulai dari kurikulum, sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga jejaring layanan kesehatan yang disiapkan UNP sesuai standar nasional pendidikan kedokteran.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, yang menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap pendirian Program Studi Kedokteran Gigi di UNP. Ia berharap kehadiran program studi tersebut dapat memperluas akses layanan kesehatan gigi dan mulut yang berkualitas, khususnya bagi masyarakat Sumatera Barat dan wilayah sekitarnya.

Selain itu, asesmen lapangan juga dihadiri perwakilan universitas pembina dari Universitas Gadjah Mada, pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia Sumatera Barat dan Kota Bukittinggi, jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan Kota Bukittinggi, serta pimpinan sejumlah rumah sakit dan puskesmas yang akan menjadi bagian dari jejaring pendidikan klinik.

Rektor UNP, Krismadinata, menegaskan bahwa pendirian Program Studi Kedokteran Gigi UNP didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat terhadap tenaga dokter gigi yang kompeten dan merata, bukan sekadar penambahan program studi baru. Menurutnya, UNP memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam penguatan sistem kesehatan melalui pendidikan tinggi.

Dekan FK UNP, Rika Susanti, menjelaskan bahwa rasio dokter gigi dengan jumlah penduduk saat ini masih belum ideal, sehingga akses pelayanan kesehatan gigi dan mulut belum merata. Program Studi Kedokteran Gigi UNP dirancang mengikuti perkembangan ilmu kedokteran gigi modern dengan pendekatan yang tidak hanya berorientasi klinis, tetapi juga menempatkan kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian dari kesehatan sistemik secara menyeluruh.

Sebagai bagian dari kesiapan pendidikan klinik, RSUD dr. Adnaan WD ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan utama bagi mahasiswa calon dokter gigi UNP. Sinergi antara UNP dan rumah sakit daerah tersebut diharapkan dapat menghadirkan proses pembelajaran yang unggul secara akademik dan relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Selain dukungan rumah sakit pendidikan, FK UNP juga menyiapkan sarana pembelajaran preklinik berupa ruang Ilmu dan Teknologi Material Kedokteran Gigi, dental simulator, dental unit, serta skill laboratory. Seluruh fasilitas tersebut menjadi bagian dari komitmen UNP dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, mutakhir, dan berorientasi pada pembentukan kompetensi profesional mahasiswa.

Melalui pelaksanaan asesmen lapangan ini, UNP menegaskan kesiapan institusi dalam menyelenggarakan pendidikan dokter gigi yang berkualitas serta berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat secara berkelanjutan.

#SDGs3_GoodHealthAndWellBeing #SDGs4_QualityEducation #SDGs10_ReducedInequalities








Share:


Author :
Humas UNP - Utari