Berita

UNP Bugar: Gerakan Sederhana, Dampak Besar bagi Kesehatan Sivitas Akademika

Jumat, 17 April 2026 Humas UNP - Siti Sarah 272

Padang - Jumat pagi (17/4/2025) di pelataran Gedung Rectorate and Research Center Universitas Negeri Padan (UNP) tampak kegiatan senam pagi. Puluhan hingga ratusan peserta berkumpul, bergerak mengikuti irama musik dalam kegiatan “UNP Bugar” yang digagas sebagai bagian dari program kampus untuk mendorong gaya hidup sehat di lingkungan sivitas akademika yang digelar setiap hari Jumat. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi UNP dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDGs 3 (Good Health and Well-being) atau Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Di balik gerakan yang tampak sederhana, tersimpan manfaat yang jauh lebih dalam dari sekadar aktivitas senam bersama. Instruktur senam UNP, Irgo, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang menurunkan berat badan atau meramaikan suasana pagi, melainkan membangun kebiasaan tubuh untuk terus bergerak.

“Tubuh manusia itu memang harus aktif setiap hari. Salah satu cara paling sederhana ya lewat senam pagi. Jadi fokusnya bukan sekadar estetika, tapi kesehatan secara menyeluruh,” ujarnya.

Menurut Irgo, konsep UNP Bugar dirancang inklusif. Tidak hanya untuk mahasiswa atau pegawai kampus, tetapi juga terbuka bagi masyarakat sekitar. Bahkan, sebagian besar peserta justru berasal dari kelompok usia di atas 40 tahun. Hal ini menjadikan kegiatan ini sebagai ruang bersama yang mempertemukan kampus dan masyarakat dalam semangat hidup sehat, sekaligus mendukung SDGs 11 (Sustainable Cities and Communities) atau Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan melalui penguatan interaksi sosial berbasis aktivitas positif .

Ia menambahkan, jenis senam yang dominan digunakan adalah Senam Kebugaran Jasmani (SKJ), yang relatif aman dan dapat diikuti oleh berbagai kalangan usia. Namun, intensitasnya tetap disesuaikan dengan kondisi peserta. Dalam praktiknya, instruktur membagi gerakan ke dalam beberapa level, mulai dari low impact hingga high impact.

“Kalau pesertanya campur, kita pakai medium impact. Tapi kalau banyak yang muda, bisa kita naikkan intensitasnya. Jadi fleksibel, tergantung kondisi di lapangan,” jelasnya.

Satu sesi senam biasanya berlangsung sekitar 55 menit, dimulai dari pemanasan, inti, selingan kreasi, hingga pendinginan. Struktur ini penting untuk menjaga ritme tubuh agar tidak kaget saat berolahraga.

Lebih jauh, manfaat UNP Bugar dirasakan nyata oleh para peserta, terutama dari sisi kesehatan. Irgo menyebutkan, banyak peserta usia lanjut yang sebelumnya memiliki keluhan pada persendian, kini merasakan perubahan setelah rutin mengikuti senam. “Yang penting itu konsisten. Minimal dua sampai tiga kali seminggu. Banyak ibu-ibu yang dulu sering sakit sendi, sekarang sudah jarang mengeluh,” katanya.

Selain itu, aktivitas ini juga berdampak pada kualitas pernapasan, kebugaran tubuh, hingga pola hidup sehari-hari. Mereka yang rutin berolahraga cenderung memiliki energi lebih baik dan tidak mudah merasa lelah atau mengantuk.

UNP Bugar juga menjawab tantangan gaya hidup modern, khususnya bagi pekerja kantoran yang cenderung kurang bergerak. Aktivitas duduk dalam waktu lama seringkali memicu berbagai keluhan kesehatan, seperti nyeri punggung dan gangguan otot. “Makanya program ini sebenarnya tepat sasaran, terutama untuk pegawai. Karena mereka butuh aktivitas fisik tambahan,” ungkap Irgo. (Utr/Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis UNP)

#unp #sdgs4 #sdgs17 #kemdiktisaintek #alamtakambangjadiguru





Share:


The more that you read, the more things you will know, the more that you learn, the more places you’ll go.”– Dr. Seuss
Author :
Humas UNP - Siti Sarah