Seminar EDULENS di Hardiknas, Proyek dan Case Method Dinilai Langkah Strategis Jawab Tantangan Pendidikan Masa Kini
Padang — Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 dimanfaatkan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) untuk menegaskan pentingnya mencetak calon guru yang reflektif, kritis, dan profesional melalui inovasi pembelajaran. Hal tersebut disampaikan Wakil Dekan Bidang Akademik FBS UNP, Dr. Havid Ardi, M.Hum., saat membuka seminar EDULENS 2026 yang digelar Departemen Bahasa Inggris di Auditorium FBS UNP.
Dalam sambutannya, Dr. Havid Ardi menekankan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan case method menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini. Menurutnya, calon pendidik tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga harus mampu menganalisis dan merespons dinamika nyata di lapangan.
Ia menyebutkan bahwa melalui model pembelajaran tersebut, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan solutif sebagai bagian dari implementasi outcome-based education. Pendekatan ini dinilai relevan dengan semangat Hardiknas yang menekankan transformasi pendidikan yang adaptif dan berorientasi masa depan.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pengalaman langsung di sekolah sebagai bagian dari proses pembelajaran. Menurutnya, observasi lapangan memberi ruang bagi mahasiswa untuk memahami konteks riil pendidikan, mengenali berbagai tantangan implementasi kurikulum, serta melatih kemampuan refleksi yang menjadi kompetensi utama seorang guru.
“Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar memahami praktik pembelajaran, tetapi juga mampu mengevaluasi dan mengembangkan solusi atas berbagai persoalan yang ditemui di lapangan,” ujarnya.
Seminar EDULENS 2026 sendiri diikuti mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2023/2024 sebagai bagian dari ujian tengah semester. Kegiatan ini mengintegrasikan pendekatan project-based learning dan case method, di mana mahasiswa mempresentasikan hasil observasi dan wawancara di sekolah serta menyampaikan analisis kritis terhadap praktik pembelajaran.
Kepala Departemen Bahasa Inggris, Dr. Yuli Tiarina, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penguatan kompetensi mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun keterampilan praktis. Ia menilai seminar ini mampu mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengkomunikasikan gagasan secara ilmiah.
Melalui kegiatan ini, FBS UNP menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman, sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional dalam menciptakan generasi pendidik yang unggul dan berdaya saing.
#SDGs4 Pendidikan Berkualitas (Quality Education) (Utr/ Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis)








