Berita

Dukung Industri Hilir Atsiri, Halal Center UNP Menjadi Narasumber dalam Workshop Kemenperin di Padang

Minggu, 30 November 2025 Humas UNP - Siti Sarah 126

Padang-- Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Halal Center Universitas Negeri Padang (UNP) memenuhi undangan sebagai narasumber dalam kegiatan Workshop  yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Industri Agro, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI).

Acara penting ini berlangsung selama dua hari, mulai dari 26 hingga 27 November 2025, bertempat di Ruang Rapat UPTD Pelayanan dan Pengolahan Minyak Atsiri (PPMA) Sumatera Barat, Ulu Gadut, Kota Padang.

Mendukung Visi Produsen Parfum Khas Sumatera Barat

Workshop ini memiliki tujuan utama untuk mendukung percepatan dan pengembangan Pusat Flavor and Fragrance (PFF) Sumatera Barat. PFF Sumbar dirancang secara strategis untuk mendorong pengembangan industri hilir minyak atsiri dan diproyeksikan menjadi fasilitas maklon (jasa produksi) parfum dan aromaterapi Islami yang sepenuhnya berbasis pada minyak atsiri lokal.

Panitia dan penyelenggara berharap besar agar Sumatera Barat dapat menjadi produsen parfum alami yang berdaya saing, menghasilkan produk kebanggaan daerah bernuansa religi Islami. Terutama, diharapkan muncul produk parfum yang memiliki ciri khas Sumatera Barat dan yang secara spesifik dirancang untuk momen ibadah di Tanah Suci, seperti untuk jamaah haji dan umrah. Dengan mengandalkan potensi minyak atsiri lokal seperti nilam dan sereh wangi , PFF Sumbar ditujukan untuk menjadi motor penggerak ekosistem industri atsiri yang mencerminkan karakter budaya Sumatera Barat yang religius dan alami.

Penguatan Regulasi dan Halal

Pada Hari ke-1, Rabu 26 November 2025, workshop berfokus pada legalitas dan standar mutu, yang melibatkan narasumber dari tiga instansi:
* Perizinan Berusaha (DPMPTSP Sumbar): Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Barat membahas “Perizinan Berusaha Industri Parfum Alami” , termasuk alur perizinan melalui sistem OSS.
* Regulasi CPKB (BPOM Padang): Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang menyampaikan materi mengenai “Sosialisasi Regulasi dan Persyaratan Pemenuhan Sertifikasi CPKB” , yang penting untuk memenuhi standar Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik.
* Jaminan Produk Halal (UNP): Kepala UPT Halal Center UNP, Miftahul Khair, Ph. D, membawakan materi utama “Penerapan Prinsip Halal dan Tata Cara Sertifikasi Halal untuk Produk Parfum Alami”. Sesi ini menekankan identifikasi kehalalan bahan baku (minyak atsiri, pelarut, fiksatif) dan prosedur pengajuan sertifikasi halal.

Praktik Formulasi dan Branding Islami

Pada Hari ke-2, Kamis 27 November 2025, dijadwalkan Ketua Aromapreneur Indonesia, William Wijaya, memimpin sesi praktik intensif. William menyampaikan materi dan membimbing peserta dalam Praktik Perancangan Parfum Bernuansa Islami. Sesi ini bertujuan memberikan pengetahuan mengenai konsep formulasi parfum alami bernuansa Islami, termasuk pemilihan bahan yang halal dan ramah lingkungan, serta strategi branding dan promosi produk parfum Islami yang sesuai dengan tren pasar modern dan digital marketing.

Peserta yang hadir berasal dari pelaku usaha hilir industri atsiri di Sumatera Barat, SDM internal UPTD PPMA Sumatera Barat, dan perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi dan transfer pengetahuan untuk menciptakan ekosistem bisnis parfum alami yang inovatif dan berkelanjutan. (MK)

#beritaunp #sdgs4 #qualityeducation #sdgs17 #partnershipforthegoals #UNPkampusberdampak #diktisaintekberdampak