Berita

SANTIKA SYNTHESIS 2026 : Pelajar dari 17 Provinsi Unjuk Gagasan di UNP

Selasa, 5 Mei 2026 Humas UNP - Siti Sarah 234

PADANG — Aula Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang penuh sesak, Selasa (5/5). Ratusan pelajar dan mahasiswa dari penjuru Indonesia duduk memadati ruangan. Mereka datang bukan untuk wisata — mereka datang untuk bersaing, berdebat, dan membuktikan bahwa ilmu sosial bukan pelajaran kelas dua. Itulah pembuka SANTIKA SYNTHESIS 2026, ajang kolaborasi nasional yang digagas Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP. Tahun ini mengangkat tema "Write The Vision, Draw The Reality" — sebuah undangan terbuka bagi generasi muda untuk tidak hanya bermimpi, tapi juga berani membaca dan merespons realita sosial di sekitar mereka. (SDG#4)

Olimpiade Sosiologi tingkat SMA/sederajat diikuti 531 peserta dari 89 sekolah di 17 provinsi. Kompetisi tingkat mahasiswa — mencakup Esai dan Video Dokumenter — diikuti 41 peserta dari 11 provinsi. Peserta terjauh datang dari Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan — lebih dari 2.000 kilometer dari Padang.

Ketua Pelaksana, Aufa Raihan, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2023 yang turut menggawangi pelaksanaan, mengatakan bahwa Santika Synthesis memang sejak awal dirancang sebagai ruang pertemuan gagasan lintas daerah.

"Santika Synthesis dirancang sebagai ajang kolaborasi nasional antara mahasiswa dan pelajar tingkat SMA guna meningkatkan daya berpikir kritis di bidang sosial. Kami berharap ini bisa menjadi acuan bagi departemen lain di lingkungan UNP," katanya. (SDG#17)

Monika Nur, S.Pd., M.Si., Ph.D, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, menegaskan posisi sosiologi dalam lanskap pendidikan hari ini:

"Sosiologi memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka terhadap realita sosial, khususnya di zaman hedonis seperti sekarang ini."

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat hadir diwakili H. Tan Gusli, S.Fil.I., M.A.P., MA, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah — sinyal nyata bahwa dukungan terhadap penguatan pendidikan sosial kini melintas batas instansi.

Dekan FIS UNP, Afriva Khaidir, S.H., M.Hum., MAPA, Ph.D, yang hadir mewakili Rektor UNP Ir. Dr. Krismadinata, S.T., M.T., Ph.D, menutup deretan sambutan dengan nada yang langsung ke inti persoalan:

"Anak muda tidak cukup hanya memiliki cita-cita, tapi juga harus mampu membaca realita sosial, memahami perubahan masyarakat, dan menawarkan gagasan yang kritis, kreatif, dan solutif."

Dr. Delmira Syafrini, S.Sos., MA, Kepala Departemen Sosiologi UNP, menyinggung satu ironi yang selama ini jarang disuarakan terang-terangan.

"Pada level nasional, ilmu sosial kurang mendapat perhatian di ajang olimpiade — padahal sosiologi berperan penting dalam membentuk cara berpikir analitis generasi penerus bangsa. Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan. Ini adalah ruang belajar, ruang bertemu, dan ruang bertumbuh."

SANTIKA SYNTHESIS, dalam satu kalimat, adalah jawaban konkret atas kekosongan itu.

Sebagai puncak dari rangkaian acara, dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Negeri Padang dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, serta MGMP Sosiologi Kabupaten se-Sumatera Barat. MoU ini diharapkan memperkuat ekosistem kolaborasi dalam pengembangan pendidikan ilmu sosial di tingkat regional. (ab/KKPS)

#unp #universitasnegeripadang #alamtakambangjadiguru #sdgs4


Share:

SDGs4-quality education

The more that you read, the more things you will know, the more that you learn, the more places you’ll go.”– Dr. Seuss
Author :
Humas UNP - Siti Sarah