UNP Beri Pembekalan 5.800 Mahasiswa KKN yang Bakal Disebar se-Sumatera Barat
Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) memberikan pembekalan kepada 5.800 mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Juli–Desember 2026. Pembekalan yang dilaksanakan selama dua hari, 2–3 Juni 2026, di Auditorium UNP tersebut menjadi persiapan bagi mahasiswa sebelum diterjunkan ke berbagai nagari di kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.
Kegiatan pembekalan dibuka secara resmi oleh Rektor UNP, Prof. Krismadinata, Ph.D. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa KKN merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa di luar ruang kelas. Menurutnya, mahasiswa harus memaknai KKN sebagai kesempatan belajar langsung dari masyarakat dan lingkungan tempat mereka mengabdi.
Rektor mengaitkan pelaksanaan KKN dengan motto UNP “alam takambang jadi guru” yang juga sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara bahwa setiap orang dapat menjadi guru dan setiap tempat dapat menjadi sekolah.
“Adik-adik mahasiswa pergi KKN bukan untuk liburan, bukan untuk piknik, dan bukan pula lepas dari tugas kuliah. KKN adalah kesempatan untuk belajar tentang kehidupan, belajar dari masyarakat, dan belajar dari berbagai pengalaman yang akan ditemui selama berada di lokasi pengabdian,” ujar Rektor, Selasa (2/6/2026).
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mampu mengambil pelajaran dari setiap proses yang dijalani selama KKN, baik dalam bekerja sama dengan sesama anggota kelompok maupun saat berinteraksi dengan masyarakat. Selain itu, mahasiswa diminta menjaga nama baik universitas serta berhati-hati selama menjalankan program pengabdian.
Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNP, Prof. Dr. Anton Komaini, S.Si., M.Pd., melaporkan bahwa jumlah peserta KKN tahun 2026 mencapai 5.800 mahasiswa. Jumlah tersebut terdiri dari 1.005 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial, 882 mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 832 mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan, 814 mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni.
669 mahasiswa Fakultas Teknik, 573 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 419 mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan, 259 mahasiswa Fakultas Pariwisata dan Perhotelan, 256 mahasiswa Fakultas Psikologi dan Kesehatan, serta 91 mahasiswa dari Sekolah Vokasi.
Menurutnya, pembekalan hari pertama diikuti sekitar 2.900 mahasiswa, sementara sisanya mengikuti pembekalan pada hari berikutnya. Setelah pembekalan, seluruh peserta akan ditempatkan di berbagai nagari di Sumatera Barat untuk melaksanakan program KKN selama satu bulan.
Ia menjelaskan bahwa program KKN tahun 2026 diarahkan untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Program kerja mahasiswa akan difokuskan pada lima tujuan utama, yakni penghapusan kemiskinan, kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.
“Mahasiswa akan melaksanakan program yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi daerah penempatan. Mulai tahun ini, penempatan peserta dilakukan secara acak sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang lebih beragam dan mampu beradaptasi dengan karakteristik masyarakat setempat,” katanya.
Prof. Anton juga menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN UNP mendapat dukungan dari berbagai mitra, di antaranya BKKBN, BPJS, Kementerian Lingkungan Hidup, BPBD Sumatera Barat, PT Semen Padang, serta Bank Nagari. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program pengabdian mahasiswa di lapangan.
Melalui pelaksanaan KKN 2026, UNP tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Program-program yang dijalankan mahasiswa di berbagai nagari diarahkan untuk mendukung SDG 1 (Tanpa Kemiskinan/No Poverty) melalui pemberdayaan masyarakat, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera/Good Health and Well-being) melalui edukasi kesehatan.
SDG 4 (Pendidikan Berkualitas/Quality Education) melalui kegiatan peningkatan literasi dan pembelajaran, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi/Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan ekonomi masyarakat, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan/Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Sumatera Barat. (Utr/ Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis)




