humas@unp.ac.id

Padang – Tim dosen Universitas Negeri Padang (UNP) melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisional melalui model “Teras Bermain” yang diterapkan dalam program Pengabdian kepada Masyarakat bersama mahasiswa Pendidikan Olahraga pada 1–2 Agustus 2026.
Kegiatan bertajuk “Bugar Jiwaku, Lestari Budayaku: Implementasi Model Teras Bermain Berbasis Permainan Tradisional dalam Penguatan Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Olahraga di Universitas Negeri Padang” tersebut diketuai Mardepi Saputra, M.Pd., dengan anggota Dr. Alim Harun Pamungkas, S.Pd., M.P. dan Samuel Martin Perdana, M.Tr.Td.

Mardepi Saputra dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis, Senin (17/8/2026) mengatakan, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk mengenal sekaligus menerapkan permainan tradisional sebagai bagian dari pembelajaran Pendidikan Jasmani.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus upaya pelestarian budaya,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan workshop di Ruang Sidang Lantai II Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNP. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mempelajari konsep, nilai budaya, manfaat, serta cara menerapkan permainan rakyat dan olahraga tradisional dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani.

Selanjutnya, mahasiswa mempraktikkan hasil workshop melalui Festival Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional di Lapangan Utama Kantor Gubernur Sumatera Barat. Festival ini menghadirkan berbagai permainan tradisional, di antaranya tangkelek, yeye, egrang batok kelapa, yoyo, pacu upiah, congklak, sitapak, pacah piriang, gasiang, pacu ban, kuciang-kuciangan, cakbur, dan gundu atau kelereng.
Permainan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi media bagi mahasiswa untuk mempraktikkan pembelajaran berbasis budaya di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman dalam merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran yang menggabungkan unsur olahraga, permainan, dan budaya lokal.

Mardepi menambahkan, penerapan model “Teras Bermain” diharapkan dapat membuat permainan tradisional tetap dikenal dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Program ini sekaligus memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang Pengabdian kepada Masyarakat, dengan menghubungkan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat serta upaya menjaga keberadaan permainan rakyat dan olahraga tradisional.
Kegiatan tersebut sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), khususnya target 4.7 yang mendorong pendidikan yang menumbuhkan apresiasi terhadap keragaman budaya dan kontribusi budaya bagi pembangunan berkelanjutan.(Utr/KKPS)
