16 Mahasiswa UNP Ikuti Program SEA-Teacher dan SEA-Tvet Asia Tenggara

16 Mahasiswa UNP Ikuti Program SEA-Teacher dan SEA-Tvet Asia Tenggara
Printer Friendly, PDF & Email
Kategori

Sebanyak 16 orang mahasiswa Universitas Negeri Padang dari berbagai fakultas mengikuti program pertukaran mahasiswa Sea-teacher dan Sea-tvet di tiga negara Asean yakni Malaysia, Filipina dan Thailand. Kegiatan akan berlangsung selama 1 bulan, para mahasiswa akan melakukan kegiatan prakter mengajar (Sea-teacher) dan pengalaman magang (Sea-tvet) serta pertukaran budaya.

Rektor UNP, Prof. Ganefri, Ph.D diwakili Wakil Rektor 4, Prof. Syahrial Bakhtiar, M.Pd mengatakan pengiriman mahasiswa UNP melalui program Sea-teacher dan Sea-tvet ke negara-negara Asia Tenggara sudah memasuki tahun ketiga. Pada periode sebelumnya sebanyak 24 mahasiswa UNP juga sudah dikirim mengikuti program ini ke dua negara Thailand dan Filipina,” kata Prof. Syahrial Bakhtiar usai melepas kebarangkatan mahasiswa UNP itu di ruang kerjanya, Gedung Rektorat UNP, lt 4, Kampus Air Tawar, Jln. Prof Hamka, Rabu (14/08/2019).

Program pertukaran mahasiswa ini menurut Prof. Syahrial Bakhtiar, M.Pd dilaksanakan setelah adanya penandatanganan kerjasama antara UNP dengan SEAMEO (South East Asia Ministers of Education Organization) sebagai organisasi yang mempromosikan kerja sama di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya di Asia Tenggara. Kerjasama pertukaran mahasiswa itu direalisasikan dengan mengirim mahasiswa selama satu bulan di berbagai universitas di Asia Tenggara. Oleh karena itu, tidak hanya mahasiswa UNP yang dikirim ke universitas di Asia Tenggara namun UNP juga menerima mahasiswa.

Syahrial Bakhtiar menuturkan, lewat program pertukaran mahasiswa ini diharapkan para mahasiswa UNP nantinya memiliki pengetahuan dan wawasan global mengenai perkembangan pendidikan dan pengajaran serta bagi mahasiswa non kependidikan memiliki pengalaman magang serta pengenalan budaya. Dihadapan para mahasiswa yang akan berangkat dalam progaram Seateacher dan Seatvet, Syahrial Bakhtiar mengatakan selama melaksanakan kegiatan di Malaysia, Filipina dan Thailand mereka akan memasuki pergaulan internasional yang nantinya akan berdampak positif dalam pergaulan antara bangsa.

Syahrial Bakhtiar meminta mahasiswa UNP bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin selama mengikuti program pertukaran. ”Anda mesti memaksimalkan kesempatan yang ada tidak hanya melaksanakan misi program pertukaran mahasiswa saja, tapi juga belajar bagaimana situasi dan kondisi yang ada di negara tujuan, sehingga berguna untuk kehidupan anda dimasa mendatang,” ujar Syahrial Bakhtiar. Novia Yuliani, salah satu mahasiswa Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga yang akan dikirim ke Tarlac State University Filipina dalam kesempatan tersebut mengaku tidak menyangka bisa ikut program ini. Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) ini mengucapkan “Saya berterimakasih kepada pihak Internasional Office UNP yang telah menfasilitasi sehingga bisa ikut dan berangkat dalam kegiatan ini”. 

Di samping mengikuti kegiatan akademik, menurut Kepala UPT Internasional Office UNP, Ananda Putra, Ph.D, didampingi oleh Engkizar M. Ed semua mahasiswa ini juga akan mengikuti kegiatan City Tour serta ajang pengenalan budaya daerah dan negara masing-masing. “Para mahasiswa UNP bisa mendapat pengalaman akademik, bahkan bisa menjalin persahabatan dengan mahasiswa dari seluruh Asean, bahkan salah satu dari alumni program Sea-teacher dan Sea-tvet UNP sudah lolos diterima bekerja di Srilangka,” 
 (UPT Layanan Internasional)