Iven Akbar LPTK Se-Indonesia Akan Digelar di Padang, UNP Baralek Gadang 13-16 Maret

Iven Akbar LPTK Se-Indonesia Akan Digelar di Padang, UNP Baralek Gadang 13-16 Maret
Printer Friendly, PDF & Email
Kategori

Padang -- Universitas Negeri Padang (UNP) dijadwalkan menggelar pertemuan akbar Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) se-Indonesia yang bertajuk "Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) IX-2019. Rangkaian kegiatan diagendakan 13-16 Maret 2019 dengan beberapa iven pertemuan ilmiah, seperti konfensi, seminar dan diskusi serta konferensi internasional.

"Untuk pembukaan, direncanakan akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo Serta dihadiri tokoh-tokoh penting lainnya. Prof. Ganefri menjelaskan, Presiden tak saja membuka acara, tapi juga menjadi pemakalah utama. Negarawan lain yang jadi pemakalah adalah Wapres Jusuf Kalla, Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri," tuturnya, Senin (11/2) usai memimpin rapat panitia di Ruang Sedang Senat UNP, Gedung Rektorat, Jln Prof Hamka, Air Tawar Padang.

Kehadiran tokoh besar Republik ini, jelas Ganefri, sangat dibutuhkan untuk mendorong pengembangan LPTK supaya menghasilkan tenaga pendidik yang mumpuni. Mampu mendidik mahasiswa menjadi tenaga terampil. Selain itu mampu menyesuaikan dengan tantangan revolusi industri generasi keempat atau 4.0.

"Revolusi industri 4.0 tantangan yang harua dibicarakan bersama. Bagaimana penerapan teknologi dalam mengajar, sampai menghasilkan tenaga pendidik yang memiliki daya saing dan inovasi tinggi," bebernya.

Sementara, kehadiran Dewan Pengarah BPIP, Megawati Soekarnoputri dibutuhkan untuk menyuntikkan motivasi pada LPTK untuk kembali memasukkan Pancasila dalam materi kuliah. Sebab pasca orde reformasi, pendidikan Pancasila terkesan ditinggalkan. Dampaknya, ideologi sesat mudah menyusup di berbagai lini, termasuk dalam kampus.

"Kepala BPIP juga akan hadir. Kemudian Menteri Riset Dikti Mohamad Nasir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Kemudian peserta aktifnya 1000 orang tenaga pengajar Perguruan Tinggi Negeri, dan 350 dari Perguruan Tinggi Swasta. Kemudian peserta tidak aktif yang diundang 2000 orang. Mereka semua diminta sumbangsih pemikiran untuk pembangunan pendidikan," ungkap Ganefri.

Tak hanya peserta dalam negeri, tambah Ganefri, rencananya pakar dan ahli pendidikan dari luar negeri juga diundang. Seperti dari Finlandia dan Singapura, serta alternatifnya dari Jepang dengan konsep Leason Study.

Sementara itu, Wakil Rektor 1 UNP, Prof Yunia Wardi mengungkapkan, latar belakang Konaspi IX-2019 ini adalah sektor pendidikan terus mewujudkan revolusi karakter bangsa, apalagi pelaku pendidikan di Indonesia, yaitu guru, masih diselimuti dengan beberapa persoalan. Persoalan tersebut antara lain: pendidikan guru yang jauh dari memadai, sistem pengangkatan guru yang tidak berdasar kebutuhan, dan pengembangan kompetensi dan karir yang tidak berjalan sesuai tujuan, serta permasalahan lain terkait kompetensi dan kesejahteraan guru.

"Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) IX, merupakan wahana akademik kaum pendidik Indonesia dalam ikut memberikan sumbangsih pemikiran bagi pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. UNP sebagai tuan rumah KONASPI IX-2019," ujar Yunia Wardi

Kegiatan KONASPI IX ini tidak terlepas dari rangkaian KONASPI VIII yang dilaksanakan pada tahun 2016 di Jakarta yang telah menghasilkan Deklarasi Jakarta. (Humas UNP)