Pascasarjana Ilmu Lingkungan UNP Diskusikan Fenomena Kematian Ikan Hulu Batang Maek

Pascasarjana Ilmu Lingkungan UNP Diskusikan Fenomena Kematian Ikan Hulu Batang Maek
Printer Friendly, PDF & Email
Kategori

Padang -- Tingginya perhatian mahasiswa Program Studi S2 dan S3 Ilmu Lingkungan, Pascasarjana Universitas Negeri Padang (UNP) tentang kasus kematian massal ikan di Batang Maek, akhirnya mereka menyelenggarakan Diskusi Ilmiah, Sabtu (16/ 11), yang dilaksanakan di Ruang Senat UNP Kampus Air Tawar Padang.

Diskusi Ilmiah menghadirkan  Dr. Indang Dewata (UNP), Prof. Dr. Isril Berd (Unand), Prof. Eni Kamal (UBH), Dinas LH, Wali Nagari, masyarakat Tanjung Balit, PKLH UNP, LSM Lingkungan WWF, Dosen, mahasiswa Pascasarjana, dan mahasiswa Kimia FMIPA 

Prof. Dr. Eri Barlian sebagai Ketua Prodi S3 Ilmu Lingkungan mengawali diskusi bertindak selaku moderator menyampaikan bahwa fenomena kematian ikan secara massal di hulu Batang Maek, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat ini telah menjadi isu lingkungan yang menarik secara nasional dan perlu diungkapkan secara ilmiah. 

"Oleh karena itu, kita perlu menggundang berbagai ahli lingkungan, LSM dan pemerhati lingkungan," jelas Prof. Dr. Eri Barlian memulai diskusi, yang dihadiri oleh seratusan peserta itu.

Dalam paparannya, Dr. Indang Dewata, M.Si menjelaskan bahwa perlu dikaji secara lebih komprehensif lagi kasus kematian massal ikan di Batang Maek ini dari sudut pandang berbagai bidang ilmu. Menurutnya, untuk mengungkap kasus tersebut pihaknya akan melakukan kajian yang serius sesuai dengan keilmuwan.

Untuk itu, menurut Indang Dewata, gerakan ke depan akan ada dan perlu sinergis berbagai pihak untuk memecahkan masalah dan antisipasi agar kasus itu jangan terjadi lagi di kemudian hari. Lebih lanjut, Indang Dewata menjelaskan perlu adanya kejelasan data untuk menangkal masalah ini agar jangan terjadi multi opini yang saling menyalahkan dan merugikan masyarakat setempat, karena variabel erosi, sedimentasi, dan penambangan atau eksploitasi lahan. (Agusmardi/Humas UNP).