Guru Matematika 50 Kota Diperkenalkan Teknologi Augmented Reality

Guru Matematika 50 Kota Diperkenalkan Teknologi Augmented Reality
Printer Friendly, PDF & Email
Kategori

Padang -- Penggunaan Augmented Reality (AR) dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah yang dirancang menggunakan prinsip penampilan objek 3D (tiga dimensi) yang interaktif telah dikenal kalangan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Matematika se-Kabupaten 50 Kota untuk memperbaharui bahan ajar.

Hal itu terlaksana sebagai bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Padang (UNP) di bidang Matematika yang merupakan salah satu program tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI). 

PKM UNP dibidang Matematika di 50 Kota yang dipimpin oleh Dosen jurusan Matematika FMIPA UNP, Suherman, S.Pd., M.Si, Defri Ahmad, S.Pd., M.Si, dan Nurul Afifah Rusyda, S.Pd., M.Pd  dilaksanakan sebanyak 5 kali pertemuan di Gedung Training Center (TC), Lima Puluh Kota, dan berakhir Kamis (3/10/2019).

"Pelatihan dan Workshop Penggunaan Augmented Reality (AR) dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah selain melibatkan para Guru MGMP Matematika SMP Kab. Limapuluh Kota, juga melibatkan dua orang mahasiswa jurusan matematika angkatan 2016 yaitu Afifah Zafirah dan Fardatil Aini Agusti," jelas Suherman di Padang, Senin (14/10). Pemilihan Kabupaten 50 Kota dengan alasan Kabupaten yang dipimpin bupati Irfendi Arbi ini karena Limapuluh Kota merupakan salah satu wilayah pusat pengembangan Pendidikan di Provinsi Sumatera Barat. 

“Setelah kegiatan ini selesai, diharapkan guru matematika SMP yang terlibat dalam kegiatan ini mampu menerapkan ilmu dalam proses pembelajaran di kelas, khususnya dalam pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi komputer” harap Suherman. Lanjutnya menjelaskan, bahwa teknologi AR telah dirancang menggunakan prinsip penampilan objek 3D (tiga dimensi) yang interaktif dengan memanfaatkan teknologi berbasis AR (Augmented Reality). 

Selain mampu memunculkan objek bangun ruang yang terdapat pada buku ke dalam bentuk objek 3D (tiga dimensi) berserta animasinya yang ditampilkan melalui aplikasi. Teknologi AR dalam matematika dapat diterapkan dengan menggabungkan antara penggunaan buku dan aplikasi pada materi Geometri khususnya bangun ruang. Salah satunya adalah Aplikasi VirGo (Virtual Geometry) yang dirancang oleh Afifah dan Aini. Adanya kolaborasi antara media pembelajaran dan teknologi Augmented Reality merupakan salah satu upaya kreatif dan inovatif yang ditawarkan bagi peserta didik. 

"Alhamdulillah melalui bimbingan Bapak Suhe, kami dapat menciptakan aplikasi VirGO (Virtual Geometry) dan diberikan kesempatan untuk berbagi ilmu dalam pengabdian ini,” tutur Afifah Zafirah saat ditemui.

Secara terpisah Defri Ahmad, S.Pd, M.Si menjelaskan bahwa luaran dari Program Kemitraan Masyarakat tidak hanya menghasilkan aplikasi AR, melainkan juga dapat membuat bahan ajar. Walaupun tidak muda lagi, guru-guru yang tergabung dalam kelompok MGMP Matematika Limapuluh Kota yang diketuai oleh Hendri, S.Pd, sangat antusias dan bersemangat dalam membuat objek 3D (tiga dimensi). (Agusmardi/Humas UNP)