Wisuda UNP ke 115: Dinamika Era Revolusi Industri 4.0, Lulusan UNP Dituntut Miliki Semangat Enterpreneurship

Wisuda UNP ke 115: Dinamika Era Revolusi Industri 4.0, Lulusan UNP Dituntut Miliki Semangat Enterpreneurship
Printer Friendly, PDF & Email
Kategori

PADANG - Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) kembali mewisuda sebanyak 938 lulusan. Jumlah tersebut, terdiri dari diploma, sarjana, magister, hingga doktor dari berbagai program studi di delapan fakultas.

Rektor UNP, Prof. Ganefri dalam pidatonya berjudul 'Membangun Sumber Daya Manusia Millenial yang Unggul di Era Revolusi Industri 4.0' menyampaikan, pentingnya penguasaan teknologi baru untuk bisa berdaya saing di berbagai industri kerja.

Dengan alasan itu pula, lulusan UNP sangat dituntut mampu beradaptasi, dan bertransformasi sesuai perkembangan zaman dengan semangat entrepreneurship. 

Apalagi, revolusi industri 4.0 mengubah semua hal secara digital, baik pekerjaan, komunikasi, transaksi, hingga gaya hidup masyarakat masa kini.

"Kunci kemajuan Indonesia itu, empowering human talent, yakni pengembangan SDM dengan penguasaan teknologi-teknologi terbaru," ujar Ganefri kepada wisudawan periode ke-115 di Auditorium UNP, Minggu (23/6/2019).

Menurutnya, perkembangan era revolusi industri ini dinilai berpotensi menurunkan kualitas pendidikan dan sosial budaya. Maka sebab itu pula, generasi millenial dituntut mampu menahkodai bangsa untuk menghadapi terjangan arus industri, dengan inovasi dan kreativitas.

"Generasi muda akan mewarisi bangsa ini ke depan, jadi memang dituntut lebih untuk kontribusi nyata menghadapi gelombang industri, untuk siap bersaing tanpa harus menanggalkan budaya," tuturnya. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam menghadapi gelombang industri ini, mahasiswa tidak cukup hanya bermodalkan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tinggi. Bahkan, kecerdasan emosional menjadi lebih penting untuk menyongsong perkembangan zaman yang serba digital saat ini.

"Keunggulan IPK itu masa lalu, yang terpenting IPK dibekali communication skill, literasi teknologi informasi, kepemimpinan, dan critical thinking," sambung Rektor UNP.

Pesatnya gelombang revolusi industri 4.0 ini, dinilai mengancam 130 juta generasi millenial tanah air. Kondisi ini, mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki empat kompetensi yang urgensi. Diantaranya, critical thinking and problem solving, creativity and innovation, communication, dan collaboration. Selain itu, dalam menyiapkan lulusan yang unggul dan profesional ini, perguruan tinggi dituntut mampu membangun infrastruktur TIK melalui cyber university, mengubah konten kurikulum berbasis teknologi, membekali sertifikasi kompetensi, adanya kolaborasi dengan pelaku industri, dan membangun semangat kewirausahaan.

"Jadi UNP tidak hanya dituntut menghasilkan mahasiswa siap kerja, tapi juga melahirkan lulusan yang mampu membuka lapangan kerja. Maka di sinilah pentingnya industri kreatif di era digital, enterpreneurship dan inovasi di perguruan tinggi," pungkasnya. (Humas UNP)