Orasi Ilmiah di UNP, Kepala SKK Migas Paparkan Potensi Migas Sumbar

Orasi Ilmiah di UNP, Kepala SKK Migas Paparkan Potensi Migas Sumbar
Printer Friendly, PDF & Email
Kategori

Padang -- Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas bumi (SKK Migas), Dr Dwi Soetjipto mengungkapkan adanya tiga temuan potensi cadangan gas besar di Sumatera Barat.

Demikian informasi yang disampaikan Dwi Soetjipto saat orasi ilmiah pada Wisuda Ke-114, di Auditorium Universitas Negeri Padang Sabtu (23/3/2019).

Dikatakannya ada cadangan gas baru tersebut berada di Wilayah Kerja (WK) wilayah kerja South West Bukit Barisan yang operatornya Rizki Bukit Barisan.

"Ini POD (Plan of Development-Red) satunya sudah disetujui. Diharapkan nanti dengan POD mereka bisa berproduksi,” kata mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) dan Direktur Utama PT Semen Padang.

Yang kedua disampaikannya ada di Sijunjung, yakni Blok GNW Sijunjung. “Kemungkinan itu adalah gas metan batu bara. Dengan potensi ini, kita diharapkan Sumatera Barat bisa berbicara dari sisi migas,” terangnya.

Selain dua blok tersebut, di outshore atau lepas Pantai Mentawai ada area terbuka yang menurutnya juga memiliki potensi migas yang dapat dieksplorasi dan kini belum dilakukan eksplorasi. Ketiga, diharapkan bisa menambah cadangan minyak dan gas bumi Indonesia yang belakangan terus menipis.
 
Dwi Soetjipto, yang pernah meniti karir di PT Semen Padang hingga menjadi Direktur Utama di BUMN tertua di Sumatera tersebut usai memberikan kuliah umum pada Wisuda UNP ke-114 menjelaskan upaya-upaya pemerintah saat ini yang terus meningkatkan produksi minyak dan gas di Indonesia.

“Masa lalu, minyak dan gas berada pada wilayah kerja yang posisi penurunan, tapi eksplorasi belum begitu aktif, sehingga belum ketemu giant discovery. Alhamdullilah sekarang, wilayah kerja Saka Kemang menemukan dua TCF (Trillion Cubic Feet) gas. Potensinya diperkirakan lebih dari itu,” sebutnya.

Dwi dalam paparannya mengatakan, langkah pemerintah untuk terus menambah cadangan migas di Indonesia juga dilakukan dengan cara mengubah metode investasi dari cost recovery ke metode gross split.

Sebelumnya pada bulan Februari lalu juga pernah menyampaikan bahwa Indonesia menemukan potensi cadangan gas. Bahkan untuk menyampaikan hal ini, Kepala SKK Migas menggelar konferensi pers. (Humas UNP)