Jurusan Ilmu Administrasi Negara Adakan Kuliah Umum

Jurusan Ilmu Administrasi Negara Adakan Kuliah Umum
Printer Friendly, PDF & Email
Kategori

Padang --  Jurusan Ilmu Administrasi Negara (IAN), Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negri Padang mengadakan Kuliah Umum dengan tema "Industrial Revolution 4.0" and Threats for Public Policy and Administration, yang diikuti sebanyak 1000-an mahasiswa IAN FIS UNP berlangsung selama tiga hari, 4-6 November 2019, bertempat di Auditorium UNP dibuka oleh Rektor UNP, Prof. Ganefri diwakili Wakil Rektor 1, Prof. Yunia Wardi.

Menurut Ketua Jurusan IAN, Aldri Frinaldi SH, M.Hum., Ph.D, kegiatan kuliah umum ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan Jurusan IAN, sejak awal jurusan ini berdiri (2015) sampai sekarang. Pada tahun 2019 ini, kegiatan kuliah umum yang dilakukan terbilang istimewa, karena pertama kali menghadirkan narasumber dari luar negeri yaitu Prof. Marthada Mohamed dari Malaysia. 

"Kegiatan kuliah umum dilakukan untuk memperkaya khasanah ilmu dan pengetahuan mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara, khususnya terkait dengan tema: peran teknologi informasi dalam reformasi birokrasi untuk menghadapi revolusi industri 4.0," ujar Aldri, yang pernah menjadi ketua Panwaslu Pilkada 2010 ini.

Lebih rinci Aldri mengungkapkan bahwa kuliah umum ini dihadiri oleh seluruh dosen Jurusan dan mahasiswa Jurusan IAN yang terdaftar aktif dari angkatan 2016 s.d 2019 sampai saat ini, mahasiswa yang terdaftar di Jurusan Ilmu Administrasi Negara adalah sebanyak 1024 orang, dengan jumlah mahasiswa perangkatan sekitar 250 orang. Kuliah umum ini diharapkan memberikan manfaat bagi mahasiswa, staff pengajar (dosen) dalam memperkaya ilmu dan pengetahuan di bidang administrasi publik.

Kuliah umum ini menurut Aldri merupakan implementasi kerjasama UNP dengan Universiti Utara Malaysia (UUM) juga dengan beberapa dosen Jurusan IAN FIS UNP merupakan alumni dari UUM.

"Ke depan kami berharap semoga kerjasama dan hubungan baik ini dapat berlanjut dan juga bisa dikembangkan pada kegiatan akademik lainnya," harap Aldri, pendiri Perludem (Perkumpulan Untuk Demokrasi) ini. (Agusmardi/Humas UNP)