500 Peserta Ikuti Bimtek Kinerja PPG di Auditorium UNP

 500 Peserta Ikuti Bimtek Kinerja PPG di Auditorium UNP
Printer Friendly, PDF & Email
Kategori

Sebanyak kurang lebih 500 peserta mengikuti Bimbingan Teknis Kinerja PPG Kegiatan ini diadakan di Audtorium UNP, Kamis (2/8/2018) . Kegiatan Bimtek tersebut berlangsung selama sehari dikhususkan bagi dosen-dosen UNP yang terlibat dalam penguji program PPG yang dipandu oleh dua pemateri dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan yaitu Prof Aris Junaidi dan Subandi.

Bimtek ini dibuka oleh Wakil Rektor1 UNP, Prof Yunia Wardi mewakili Rektor UNP, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas para dosen dalam melaksanakan proses pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan mutu pembelajaran PPG.

Dikatakannya, hasil PPG yang diikuti sejumlah tenaga pendidik dan telah bertugas di sejumlah sekolah cukup berhasil. Namun karena kurangnya pengawasan kepada guru dari para pihak terkait, menimbulkan persoalan sehingga kompetensi para guru kurang terasah. Maka pemerintah membuat metode baru dalam penyelenggaraan program PPG kali ini.

aaa

“Kami berharap para peserta dan tenaga pengajar lainnya bisa sama-sama mengawal implementasi PPG di lapangan, sehingga tercipta peningkatan kualitas berkelanjutan,” pungkasnya.

Sementara itu Aris Junaidi dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, mengatakan, sejak tahun 2017, guru yang ingin mendapat sertifikasi harus melewati program PPG, baik guru dalam jabatan maupun prajabatan. Untuk lulus uji kompetensi di akhir program PPG, peserta harus melalui dua tahap yaitu uji pengetahuan dan uji kinerja. Para peserta yang hadir pada pelatihan ini akan diberi tugas sebagai calon penguji UKIN.

Jadi uji kompetensi yang sudah dimulai dari 2017 kewajiban seluruh pendidikan profesi melalui proses ujian seperti ini sesuai kebijakan dan aturan yang ada. Hal itu mengacu pada praktik yang sudah dilakukan oleh program profesi lain seperti uji kompetensi dokter, perawat  dan bidan.

Aris Junaidi juga menambahkan, Direktorat Penjaminan Mutu selalu mengawal mutu pelaksanaan uji ini, baik standarisasi sistem, pelaksanaan, dan penyusunan instrumen UKIN dan uji pengetahuan untuk semua profesi, sehingga memiliki sistem berbeda di setiap uji kompetensi. (Humas UNP)

aa