Dosen Matematika FMIPA UNP Berikan Pelatihan, Guru SD Koto Singkarak Pahami Media Interaktif Pembelajaran Terbarukan

Dosen Matematika FMIPA UNP Berikan Pelatihan, Guru SD Koto Singkarak Pahami Media Interaktif Pembelajaran Terbarukan
Printer Friendly, PDF & Email
Kategori

Padang -- Guru-guru SD KKG IV Kecamatan X Koto Singkarak mampu membuat media pembelajaran yang simple dan murah yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan siap untuk dilaksanakan disekolah masing-masing.  Diharapkan penambah pengetahuan guru tentang media pembelajaran terus dikembangkan untuk menghadapi revolusi industri di dunia pendidikan dasar.

"Jadi pelatihan membuat media interaktif kepada guru-guru SD KKG IV Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok pada bulan September 2019 lalu oleh dosen jurusan Matematika Universitas Negeri Padang begitu bermanfaat bagi kami," kata Ketua KKG kecamatan itu, Irmawati, S.Pd, Jumat (1/11/2019) via whatsapnya.

Irmawati berharap pengetahuan guru tentang media pembelajaran yang dilakukan dosen UNP terus diprogram setiap tahunnya. Karena ilmu pengetahuan terus berkembang sesuai zamannya.

Sementara itu, dosen jurusan Matematika FMIPA UNP Dra. Dewi Murni,M.Si, membenarkan bahwa pihaknya bersama dosen lainnya yakni Dra. Helma,M.Si, Riry Sriningsih, M.Sc serta Dra. Fitrani Dwina, M.Ed membenarkan pelatihan membuat media interaktif kepada guru-guru SD KKG IV Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok telah berlangsung pada bulan September 2019 lalu dan diikuti sebanyak 55 guru SD di kecamatan itu. 

Pelatihan yang dimaksud sambung Dewi Murni dalam rangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat, karena berdasarkan observasi pendahuluan ke sekolah diketahui sebagian besar peserta didik tingkat sekolah dasar masih sulit memahami konsep matematika khususnya materi operasi bilangan bulat dan pecahan. 

"Tahap berpikir anak-anak pada tingkat Sekolah Dasar adalah tahap berpikir konkrit sehingga anak-anak mudah memahami materi jika diperkenalkan dengan benda-benda nyata yang dapat mereka manipulasi sendiri. Anak-anak akan cepat mengerti dan  senang jika belajar sambil bermain-main dengan media pembelajaran," jelasnya.

Adapun pelatihan yang diberikan berupa : ceramah, pelatihan, peer teaching dan diskusi. Pada kegiatan ceramah guru diberikan teori-teori tentang media pembelajaran, kemudian guru diajak membuat media pembelajaran khususnya untuk operasi bilangan bulat dan operasi pecahan. 

Setelah selesai membuat media pembelajaran, sambungnya lagi, maka guru diminta mempraktekkan pembelajarannya (mengajar) menggunakan media yang telah dibuat dengan teman-temannya sebagai siswa. Terakhir guru-guru diminta memberikan tanggapannya terhadap pembelajaran dalam bentuk diskusi tanya jawab. (Agusmardi/Humas UNP)