UNP Fenomenal
Printer Friendly, PDF & Email
Kategori

Fenomenal, mungkin kata yang berlebihan, tetapi fakta menunjukkan bahwa Universitas Negeri Padang hari-hari terakhir mengalami lompatan amat signifikan. Di tahun 2016 misalnya, peringkat nasional UNP versi Kementerian Ristek Dikti kala itu menempati ranking 88. Akhir 2019, selama kurang lebih 3 tahun, peringkat UNP melejit ke aras 25. Bahkan terhitung semenjak 2018, UNP telah didorong oleh kementerian untuk menjadi World Class University, 1 diantara 50 perguruan tinggi unggul terakreditasi A, dari sekitar 372 PTN dan 2.424 PTS yang ada di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, penilaian peringkat dan pengelompokan tersebut, didukung langsung oleh Times Higher Education (THE), institusi pemeringkat kelas global ternama dan prestisius. Ini merupakan pencapaian yang membanggakan dan patut dipujikan.

 


Bukan hanya melompat, tetapi UNP tetap berada di jalur benar, on the right and consistent track. Sejak 1954, UNP yang ketika itu bernama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG), hingga kini tetap konsisten. Peluang wider mandate tahun 1999, sekaligus menjadi titik awal perkembangan UNP yang sebelumnya bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Padang. Meski mengelola berbagai program studi diluar keguruan dan ilmu pendidikan, UNP tidak meninggalkan jatidirinya sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK). Adanya penambahan beberapa program studi bidang vokasi, justru mengokohkan core business UNP dalam menghasilkan calon guru profesional. Tidak hanya dewasa setelah usia 65 tahun, UNP dipandang sudah sangat matang sebagai LPTK.
Sejalan dengan kesuksesan di ranah nasional, upaya merambah kancah internasional juga patut diacungi jempol. Publikasi internasional UNP meningkat sangat pesat. Bukan sekedar selalu melebihi target kinerja 2 hingga 3 kali lipat, jumlah publikasi juga mengalami trend eksponensial. 


 
Hingga akhir 2019, berdasarkan data di SINTA, dokumen UNP terindeks Scopus dan internasional lainnya dalam bentuk research articles, book chapter dan conference papers mencapai angka 1405. Sitasi di google scholar juga mencengangkan. Di akhir 2019, angkanya hingga 18.318 kali, sangat terpaut jauh dibanding 2016 sekitar 3.300 kali. 


 
Minimal ada 2 event internasional (seminar atau conference) per-fakultas dalam setahun, atau 16 kali di UNP, belum termasuk partisipasi dan publikasi dosen di kegiatan ilmiah internasional di luar negeri. 
Momentum bersejarah nasional UNP hadir manakala Hj. Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri, menerima anugerah Doktor Kehormatan. Presiden Indonesia ke-5 itu dianugerahi honoros causa pada bidang politik pendidikan oleh UNP, karena dinilai berjasa besar bagi masa depan, kualitas dan kesejahteraan pendidik. Kesediaan Ibu Megawati Soekarnoputri merupakan wujud pengakuan beliau akan eksistensi, track record dan prestasi UNP. Setelah kegiatan yang berlangsung pada tanggal 27 September 2017 ini, UNP seolah tidak pernah sepi dari kunjungan tokoh dan petinggi nasional, dalam kegiatan ilmiah, non-akademik hingga dialog kebangsaan.


 
Penghujung 2019 kembali diwarnai oleh kesediaan Wakil Presiden RI ke-6 dan ke-8, Bapak Jusuf Kalla menerima gelar Doktor Kehormatan bidang penjaminan mutu pendidikan dari UNP. UNP menilai bahwa peran Bapak JK (begitu beliau akrab disapa) terhadap upaya penjaminan mutu pendidikan sangatlah sentral. Lahirnya berbagai kebijakan mutu pemerintah adalah bukti bahwa Bapak JK berkomitmen kuat untuk membentuk SDM berkualitas dan kompetitif sebagai buah sistem pendidikan yang memiliki standar dan bernilai tambah. Meskipun sudah sering ke UNP dalam berbagai gelaran kegiatan, namun kesediaan beliau menerima doktor kehormatan tersebut menjadi bukti tak terbantahkan. Beliau tentu mengakui bahwa UNP merupakan prestigious public university yang berkomitmen menghadirkan pendidikan bermutu, tidak sembarangan.


 Penganugerahan Doktor Kehormatan kepada Bapak Drs. H. Jusuf Kalla Auditorium UNP, 5 Desember 2019

Di regional Asia Tenggara, UNP menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan kepada Dato’ Seri Dr. Anwar Ibrahim, tokoh terkemuka negara jiran Malaysia. Kerjasama dengan berbagai lembaga dan perguruan tinggi di negara seperti Malaysia, Myanmar, Thailand, Vietnam, Kamboja, RRT, hingga Korea dan Jepang terus dibina. Mobilitas mahasiswa asing melalui program student exchanges, SEA TVET, SEA TEACHER dan program akademik-non-akademik lainnya semakin meningkat. Tidak bisa dinafikan bahwa international recognition and reputation UNP perlahan naik dan diakui, terutama oleh kehadiran warga negara lain menjadi mahasiswa UNP di strata sarjana maupun pasca. Semua fakta ini merupakan bukti upaya realisasi visi UNP menjadi universitas unggul di Asia Tenggara.

 
Penganugerahan Doktor Kehormatan kepada Dato’ Seri Dr. Anwar Ibrahim Auditorium UNP, 28 Oktober 2018

Kepemimpinan Prof. H. Ganefri, Ph.D., telah membawa UNP menasional bahkan dihormati di Asia Tenggara. Sejumlah prestasi tingkat nasional ditorehkan, baik secara kelembagaan maupun individual, oleh mahasiswa maupun dosen. Demikian pula dengan respek dan sambutan pemimpin negara-negara lain terhadap kehadiran UNP. “UNP telah dibangun pada landasan yang kokoh oleh pemimpin-pemimpin sebelumnya. Saya hanya melanjutkan dan berusaha menggerakkan semua potensi agar memberi hasil maksimal bagi UNP sesuai visinya. Saya mewaqafkan diri untuk UNP, dan mengajak semua jajaran untuk bersama membangun UNP”. Kalimat tersebut diucapkan Rektor UNP dari fakultas teknik ini, pada beberapa kali kesempatan dan kegiatan. Bisa jadi, kalimat rendah hati dan dipenuhi komitmen inilah yang membuat UNP fenomenal, dibanggakan oleh sivitas akademik dan alumninya. Masyarakat Sumatera Barat khususnya, pun sedang menunggu prestasi-prestasi UNP selanjutnya.