Grand Final MEA 2019 Dimulai, Sarjana Berjiwa Wirausaha Dikompetisikan

Grand Final MEA 2019 Dimulai, Sarjana Berjiwa Wirausaha Dikompetisikan
Printer Friendly, PDF & Email
Kategori

Padang -- Memicu jiwa kewirausahaan dikalangan mahasiswa di Sumatera Barat melalui Minang Enterpreneur Award (MEA) untuk tahun 2019 kembali akan digelar. Sejak digulirkan tahun 2017 lalu, memacu semangat generasi muda dalam melahirkan inovasi dan kreasinya, dalam membuka peluang kerja baru.

"Tujuan MEA adalah melahirkan SDM terdidik dan mampu mengolah SDA dengan inovasi dan kreasi sangat dibutuhkan saat persaingan di dunia kerja kian ketat.

Di zaman sekarang, tidak cukup hanya ijazah sarjana, generasi muda juga butuh kreatifitas dalam menciptakan dunia usaha baru," kata Andrianof selaku Pengarah MEA 2019 didampingi oleh tiga rektor dari Universitas berbeda, Ganefri, Rektor UNP, Tafdil Husni Rektor Unand dan Deddy Prima Putra Rektor Unidha ketika jumpa pers dengan sejumlah wartawan, Jumat (5/4).

Lebih lanjut, Andrianof mengatakan bahwa saat ini, kondisi usia produktif penduduk makin bertambah dan meningkat pesat, persaingan di dunia kerja akan semakin ketat, kemudian juga, dengan era digital makin kencang, dunia kerja pun juga akan semakin sempit.

"InsyaAllah, 40 enterpreneur dari kalangan mahasiswa dari 4 provinsi di Sumatera akan bersaing memperebutkan posisi pemuncak pada pergelaran Grand Final Minang Enterpreneur Award (MEA) 2019, Sabtu (6/4) ini di Pangeran Beach Hotel," terangnya.

Pada jumpa pers Grand Final MEA 2019, Andrinof Chaniago menilai bahwa MEA adalah agenda besar dan mengandung cita-cita besar dunia usaha untuk kedepannya. Apalagi menurutnya saat ini, seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat, penduduk usia produktif pun kian meningkat jumlahnya, maka sangat perlu adanya kegiatan atau kompetisi yang memacu semangat generasi muda dalam melahirkan inovasi dan kreasinya, dalam membuka peluang kerja baru.

Ia mengatakan, MEA pun adalah tentang masa depan Sumber Daya Manusia (SDM), serta juga tentang Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia, khususnya Sumatera Barat. Seiring dengan kondisi sekarang ini dan cara untuk meraih masa depan yang lebih baik adalah menjadi wirausahawan.

"Untuk peningkatan SDM dan SDA, adalah mengubah mindset terlebih dahulu. Misalnya, biasanya para lulusan yang berpikir dan sibuk soal melamar pekerjaan dan mencari lowongan, mulailah untuk berpikir kreatif. Ciptakan dunia usaha baru dan fokus mempersiapkan diri menjadi wirausahawan," pungkasnya.

Sementara itu, Prof Ganefri, Rektor UNP menjelaskan, di era Revolusi 4.0 pilihan baik untuk menanamkan kewirausahaan pada mahasiswa. Dengan adanya dukungan dan wadah mahasiswa ntuk memacu jiwa kreatifnya di dunia wirausaha, mereka pun tidak kebingungan saat kesempatan kerja semakin sulit. Kemudian dengan memacu jiwa enterpreneur, generasi muda tidak hanya membanggakan gelar, tapi juga punya daya inovasi dan kreasi yang sesuai dengan passion masing-masing.

Kedepannya, ia juga mengharapkan, bahwa MEA seharusnya digelar pada skala yang lebih besar, yakni diadakan di tingkat nasional. Di pergelaran awal pada 2017 lalu, MEA hanya mencakup enterpreneur muda Sumatera Barat, dan yang kedua ini melibatkan juga peserta dari Riau, Jambi, Kepulauan Riau (Kepri). 

Ia juga mengatakan, dengan menggelar kompetisi ini secara nasional, dan melibatkan perguruan tinggi se-Indonesia, nama kompetisi kreatif ini pun akan diganti dengan Milennial Enterpreneurship Award, yang tetap kependekannya MEA. (Humas UNP)