DARI PEMBUKAAN PKKMB: Rektor UNP Targetkan Mahasiswa Ber-TOEFL 400

DARI PEMBUKAAN PKKMB: Rektor UNP Targetkan Mahasiswa Ber-TOEFl 400
Kategori

Penguasaan bahasa asing tak pelak saat ini menjadi salah satu kunci sukses. Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D pun mencetuskan program agar mahasiswa baru jenjang program D3 dan S1 tahun masuk 2017 wajib memiliki skor ujian kecakapan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Prof. Ganefri Ph.D menargetkan bahwa skor Test of English as a Foreign Language (TOEFL) mencapai 400. Skor ini cukup pantas yang harus dicapai agar bisa bersaing di dunia kerja nantinya.

Alasan ditargetkan TOEFL mencapai 400 atau lebih, menurut Prof. Ganefri, Ph.D karena pada saat ini TOEFL adalah standar untuk melanjutkan pendidikan dan juga untuk mendapatkan pekerjaan. Bahkan tak hanya itu, apabila ingin kerja diluar negeri terkadang disyaratkan harus memenuhi nilai standar bahasa asing.
"Oleh karenanya, belajarlah bahasa Inggris mulai dari semester 1 ini. Selain mendapatkan IP yang ditargetkan jadilah mahasiswa yang aktif," kata Prof. Ganefri, Ph.D ketika membuka secara resmi PKKMB UNP Tahun 2017 khusus Diploma III, Minggu (27/8) di Ruang Serba Guna FT UNP.

Acara pembukaan PKKMB UNP Tahun 2017 khusus Diploma III dibagi dua kelompok, Gugus A di Aula FE berlangsung, Sabtu (26/8) dan Gugus B di RSG FT pembukaan kegiatanya berlangsung, Minggu (27/8). Selain dihadiri 400 mahasiswa baru juga dihadiri Wakil Rektor2, Ir. Drs. Syahril, ST., MSCE, Ph.D., WR 4, Prof. Dr. Syahrial Bakhtiar, M.Pd serta para Dekan selingkungan UNP.
aaa

Menurut Prof. Ganefri, Ph.D tujuannya menetapkan skor TOEFL bagi mahasiswa program D3 dan S1 agar lulusan UNP dimasa mendatang mampu berkomunikasi dengan baik, ketika lulusan UNP melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja, maka alumni UNP mampu bersaing.
Dikatakan Prof. Ganefri, Ph.D, dalam rangka mewujudkan visi UNP sebagai universitas unggul di Asia Tenggara, berbagai program dilaksanakan, mulai dari penetapan standar manajemen mutu internasional, pengembangan kurikulum dan kelas internasional, peningkatan publikasi internasional serta akreditasi internasional.
"Demi mendukung upaya tersebut, UNP perlu melaksanakan akselerasi penguasaan bahasa internasional, salah satunya bahasa inggris bagi mahasiswa UNP," ungkapnya.
Dikatakannya, Diploma3 dikenal sebagai pendidikan vokasi atau skill based, dituntut menguasai keahlian praktikal, karena dianggap lebih siap kerja.
"Sehingga dalam perkuliahan nanti, DIII UNP lebih banyak praktek lapangan 60-40.," katanya.
Sebelumnya laporan Ketua PKKMB, disampaikan oleh Wakil Rektor2, Ir. Drs. Syahril, ST., MSCE, Ph.D, pembaca kalam ilahi Elya Fitrina dan ditutup dengan doa. (Humas UNP)