DARI ORIENTASI AKADEMIK PPG DALAM JABATAN ANGKATAN KE-4: Prof. Ganefri: Guru Komunikatif Tuntutan Guru Era Digital

DARI ORIENTASI AKADEMIK PPG DALAM JABATAN ANGKATAN KE-4: Prof. Ganefri: Guru Komunikatif Tuntutan Guru Era Digital
Printer Friendly, PDF & Email
Kategori

Padang -- Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjamin Mutu (LP3M) Universitas Negeri Padang melalui program Pendidikan Profesi Guru menggelar kembali Orientasi Akademik dalam Jabatan Angkatan IV dan Kemenag Tahun 2019. Kegiatan orientasi diperuntukkan bagi guru yang sudah mengabdikan diri sebagai pengajar untuk mendapatkan sertifikasi diikuti sebanyak 401 orang dan 92 orang dari Kemenag. Guna memotivasi peserta dalam menjalani lokakarya dengan sungguh dan hasil akhir yang dapat membawa mereka untuk lulus dan mendapatkan sertifikasi pendidik, maka LP3M UNP menghadirkan Rektor UNP, Prof. Ganefri, Ph.D pada pembukaan orientasi akademik, yang berlangsung di Aula FMIPA UNP, Rabu (4/9). Pada pembukaan orientasi itu, Rektor UNP, Prof. Ganefri mengajak para guru yang ingin mendapatkan sertifikasi untuk proses penilaian profesi secara aktif selama PPG berlangsung. Karena, sebagai tenaga pendidik, guru merupakan pejuang kecerdasan bagi para generasi penerus bangsa.

"Dunia pendidikan di suatu daerah akan maju dan berkembang, jika para tenaga pendidik memiliki kemauan keras dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada para peserta didik di sekolahnya masing-masing. Dijelaskannya, selain mengajar guru juga harus mampu mendidik para siswa di sekolah. Sebab, pada pembukaan UUD 1945 jelas tertulis bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Bangsa yang cerdas bukan hanya pintar dalam bidang akademik saja, tetapi pintar juga dalam bidang sifat tatanan prilaku pada kehidupan.


“Akhlak yang baik, terampil dalam sikap, sopan dalam tindakan, itu semua dapat diperoleh dari pendidikan. Baik pendidikan pada keluarga, dalam kehidupan bermasyarakat, maupun pada jenjang pendidikan formal,” jelasnya.

Menurut Prof. Ganefri, guru abad 21 dituntut tidak hanya mampu mengajar dan mengelola kegiatan kelas dengan efektif, namun juga dituntut untuk mampu membangun hubungan yang efektif dengan siswa dan komunitas sekolah, menggunakan teknologi untuk mendukung peningkatan mutu pengajaran, sertA melakukan refleksi dan perbaikan praktek pembelajarannya secara terus menerus. 


"Guru profesional abad 21 adalah guru yang terampil dalam pengajaran, mampu membangun dan mengembangkan hubungan antara guru dan sekolah dengan komunitas yang luas, dan seorang pembelajar sekaligus mengantisipasi perubahan di sekolah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua LP3M, Dr. Edwin Musdi melaporkan dalam pelaksanaan Orientasi Awal jumlah peserta PPG dalam jabatan angkatan ke-4 tahun 2019 ini sebanyak 493 orang yang terbagi dua kelompok Kemenag 92 orang dan 401 dari guru jajaran Kemendikbud. Untuk 401 orang itu terdiri dari Aceh 12 orang, Banten (5), Bengkulu (18), Jambi dan Kepri masing-masing 23 orang, Lampung (5), Riau (32), Sumbar (256), Sumsel (25) dan Sumut 2 orang.

Selanjutnya, “Pada tahapan yang harus diikuti oleh seluruh peserta PPG dalam Jabatan ini hingga dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikat pendidik nantinya sungguh sangat melelahkan. Oleh karena itu kami berharap tentunya para peserta dapat menyikapi kelelahan ini dengan ikhlas dan penuh rasa syukur," ujar Edwin. (Humas UNP)