Rektor Universitas Negeri Padang Tampil di Rembuk Pendidikan dan Kebudayaan

Rektor Universitas Negeri Padang Tampil di Rembuk Pendidikan dan Kebudayaan
Kategori

Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D., tampil sebagai pembicara utama pada Rembuk Pendidikan dan Kebudayaan Daerah, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kamis, (8/6). Rembuk yang bertajuk “Bersama Membangun Pendidikan dan Kebudayaan yang Berkarakter, Berkeadilan, dan Berkualitas di Kabupaten Lima Puluh Kota, bertempat di gedung pertemuan Shago Bungsu, Jl. Raya Tanjung Pati, Lima Puluh Kota.

Bupati Lima Puluh Kota, yang diwakili Sekdakab Muhammad Yunus, dalam sambutannya mengatakan pendidikan adalah hak setiap individu, untuk itu prinsip education  for all, pendidikan untuk semua, harus diterapkan semaksimal mungkin. Ini akan membantu  angka Harapan Lama Sekolah, dan rata-rata Lama Sekolah, yang akan berimbas pada Indeks Pembangunan Manusia.

Pada kesempatan tersebut, Rektor UNP hadir dengan membawa makalah berjudul  ‘Menuju Pendidikan Berkualitas, Berkeadilan, Berkarakter dan Berbudaya di Kabupaten  Lima Puluh Kota.’ Makalah tersebut mengurai berbagai problema serta tantangan dan peluang peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota  tersebut dihadiri oleh hampir 200 orang peserta, terdiri dari perangkat Dinas Pendidikan  Kabupaten Lima Puluh Kota, para Pengawas Pendidikan, perwakilan guru dan praktisi pendidikan, jajaran Dewan Pendidikan Kabupaten, dan para tokoh pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Dalam kertas kerjanya, Prof. Ganefri menyebutkan bahwa tantangan global dewasa ini telah menempatkan pendidikan sebagai faktor kunci untuk merebut peluang dan kemajuan. ‘Pendidikan adalah faktor kunci untuk memberpaiki kualitas bangsa secara umum, inti dari pendidikan adalah perbaikan kualitas Sumber Daya Manusia. Dalam tataran ini, parameter Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bisa dijadikan ukuran seberapa jauh sebuah daerah telah bekerja maksimal meningkatkan IPM di daerahnya,” demikian ujar Prof. Ganefri.

Untuk mengejar ketertinggalan sebuah daerah yang memiliki IPM yang belum memuaskan, lanjut Prof. Ganefri, dibutuhkan berbagai strategi efektif, di antaranya adalah dengan  memperkuat visi dan misi pendidikan, pembenahan kurikulum, peningkatan kualitas pendidik, perhatian penuh pada pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, serta serius menggenjot kualitas peserta didik. “Guru tidak lagi sebagai learning centre, melainkan sebagai motivator agar peserta didik mau belajar, kemampuan ini tentu harus terus dikembangkan dan dibina oleh pemerintah daerah dan disokong oleh partisipasi masyarakat,” tukas Prof. Ganefri.(Humas/UNP)