Dalam Subuh Mubarakah, Rektor UNP Himbau Mahasiswa Taat Beragama

Dalam Subuh Mubarakah, Rektor UNP Himbau Mahasiswa Taat Beragama
Kategori

Padang -- Rektor Universitas Negeri Padang, Prof Ganefri, PhD pimpin langsung gerakan subuh mubarakah di Masjid Raya Al-Azhar, JUmat (8/9). Subuh mubarakah ini dihadiri oleh 800-an mahasiswa dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) dan para dekan, Kepala Biro serta para Kabag selingkungan UNP.

Dalam sambutannya Rektor UNP mengungkapkan untuk lancarnya kegiatan akademik di kampus UNP  diperlukan suasana kondusif yang mencerminkan kehidupan kampus yang tertib, beretika, relegius dan berbudaya akademik.

"Saya harapkan kehidupan kampus UNP lebih tertib dan kondusif untuk berlangsungnya kegiatan pembelajaran dan interaksi antar civitas akademika yang tercermin dalam kepedulian lingkungan, tata pergaulan, perilaku dan penampilan anggota civitas akademika, sehingga tercipta budaya tertib dan
disiplin," kata Prof Ganefri.

Seperti diketahui Subuh Mubarakah program UNP rutin dilakukan setiap Jumat subuh, yang diyakini dapat menjaga hubungan kepada Allah SWT dan hubungan sesama manusia. Para dekan selingkungan UNP, mewajibkan mahasiswa baru untuk taat dengan agamanya, karena mahasiswa yang taat kejalan Allah SWT, akan terhindar dari perbuatan yang tidak baik.
“Para dekan yang mengajak pada agama Allah, sebagai ladang amal baginya untuk akhirat, seperti subuh mubarakah mahasiswa dan civitas akademika yang mengikuti mendapat pahala, namun para Dekan mendapat pahala yang lebih besar dan berlipat ganda”, ungkapnya, sembari memberikan apresiasi kepada Dekan FBS, Prof. Dr. M.Zaim, M.Hum.yang telah menghadirkan seribuan mahasiswa baru, Jumat (8/9)

Sementara penceramah yang memberikan kuliahsubuh Muhd. Al-Hafizh, S.S.,M.A. membahas toleransi umat beragama, diantaranya, memahami setiap perbedaan, sikap saling tolong menolong, rasa saling menghormati antar sesama umat yang tidak membedakan
suku, agama, budaya maupun ras.Al-Hafizh merinci kewajiban sesama manusia ketika menolong orang yang terkena musibah atau bencana
alam.
"Jadi, bentuk bertolerasini ini harus kita praktekkan dalam kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan serta tidak menyinggung keyakinan
pemeluk agama lain. melalui toleransi diharapkan terwujud ketertiban, ketenangan dan keaktifan dalam menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing," ungkapnya.
Usai Subuh Mubarakah, Rektor UNP memberikan kesempatan kepada pengurus Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk Rohingya menggalang dana. (Humas UNP)

df

gffhgf