Konferensi Internasional Sukses, Jurusan IAN FIS UNP Di Era Digital “Go International”

Konferensi Internasional Sukses, Jurusan IAN FIS UNP Di Era Digital “Go International”
Printer Friendly, PDF & Email
Kategori

Padang -- Akademisi dan praktisi dalam administrasi negara harus terus membangun kapasitasnya untuk menghadapi era digital (revolusi industri--red) yang memiliki peluang meningkatkan pelayanan. Namun disisi lain menghadapi ancaman salah satunya hilangnya lapangan pekerjaan dan tata kelola warga negara juga menjadi lebih sulit.

Hal tersebut disampaikan Dr. Siti Fatimah dalam sambutan pembukaannya selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (FIS UNP) pada Konferensi Internasional tentang Administrasi Publik, Kebijakan, dan Pemerintahan 2019 (IC-PAPG) di Auditorium UNP, Selasa hingga Rabu (5-6/11/2019). Dr. Siti Fatimah, M.Pd, M.Hum memberikan apresiasi kepada Jurusan IAN sebab dalam satu waktu yang bersamaan Jurusan IAN dapat melaksanakan tiga kegiatan sekaligus, antara lain Kuliah Umum yang mendatangkan narasumber internasional dan digelar dengan sukses di Auditorium UNP, Senin (4/11). 


Pada pembukaan konferensi internasional itu, Rektor UNP diwakili Wakil Rektor 1, Prof. Yunia Wardi usai memberikan sambutan secara resmi membuka konferensi tersebut dan menyerahkan plakat kepada para nara sumber. Antara lain Prof. Margareth Sutton (USA),  Prof. Rolando J. Talampas (Filipina) dan Prof. Ahmad Martadha Mohamed (Malaysia). 

Prof. Yunia Wardi dalam sambutannya mengatakan bahwa UNP memberikan perhatian kepada seluruh civitas akademika UNP yang memberikan kontribusi pada kemajuan. Ia mengharapkan kerjasama yang lebih luas lagi di bidang akademik dari setiap Fakultas maupun Program Studi, tidak hanya level nasional dan internasional. 

Konferensi yang diselenggarakan Jurusan Administrasi Negara FIS UNP ini berlangsung selama dua hari, 5-7 November 2019, dengan tema "Revolusi Industri 4.0: Peluang dan Ancaman untuk Publik, Kebijakan dan Administrasi," digelarnya konferensi internasional bertujuan untuk mengembangkan kolaborasi di antara para pemangku kepentingan yang terlibat seperti sarjana, pemerintah, masyarakat sipil, dan bisnis," ketua panitia Adil Mubarak, S.IP, M.Si dalam laporannya, Selasa (5/11)

Bidang administrasi publik, sambung Adil Mubarak adalah aspek penting dalam menjalankan pemerintahan di suatu negara, baik di Indonesia maupun di negara lainnya. Tantangan yang harus dihadapi oleh birokrasi dengan adanya revolusi industry 4.0 adalah kegiatan administrasi yang selama ini dilakukan secara manual digantikan oleh mesin atau teknologi informasi. Namun disisi lain, revolusi industry 4.0 juga memberikan manfaat dalam dunia birokrasi karena pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Jurusan IAN, Aldri Frinaldi, SH, M.Hum, Ph.D, bahwa seminar internasional Jurusan IAN ini diharapkan memberikan manfaat bagi semua pemakalah dan peserta yang ikut terlibat dalam kegiatan ini, baik akademisi maupun praktisi.
"Melalui konferensi internasional diharapkan untuk memperkaya khasanah ilmu pengetahuan di bidang administrasi publik dan nantinya akan menghasilkan makalah atau artikel yang akanditerbitkan pada proceeding terindeks yaitu Atlantis Press," harapnya.

Selanjutnya kegiatan ini juga diikuti oleh Sembilan puluh (90) pemakalah dari berbagai wilayah di Indonesia dan negara di Asia Tenggara. Kegiatan lainya EXPO “Public Administration Fast”, yang dirancang atas kreativitas mahasiswa Jurusan IAN melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan yang diselenggarakan pada tanggal 04 s/d 06 November 2019.  (Agusmardi/Humas UNP).