Diskusi Pariwisata Nasional: Rektor UNP Tampil di Sawahlunto

dsf
Kategori

    Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D, berkenan mempresentasikan pemikirannya seputar manajemen kepariwisataan di depan para audiens berskala nasional, 30 November 2017 lalu pada iven bertajuk Diskusi Pariwisata Nasional. Bertempat di aula Diklat ESDM, Ombilin, Sawah Lunto, Rektor UNP menyampaikan makalah bertajuk ‘Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism). Pada iven yang digelar Pemko Sawahlunto bekerja sama dengan PT.Bukit Asam, Pemprov.Sumbar, dan Universitas Negeri Padang (UNP) ini tema yang diangkat adalah “Peranan dan Potensi Pariwisata dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Sawahlunto”.
    Dalam paparannya, Prof. Ganefri, Ph.D., mengatakan bahwa dalam pembangunan kota wisata sangat ditentukan oleh masyarakatnya, seperti halnya di Bali yang banyak budaya asingnya masuk namun budaya lokal yang ada di Bali tetap bertahan. “Budaya warga Bali tidak tergerus meskipun banyak budaya asing yang masuk di Bali”, ungkapnya. Ganefri menambahkan bahwa dalam pola konsep comunity based tourism, peran masyarakat sangat penting dalam sektor pariwisata seperti halnya sebagai perencana, investor, pelaksana, pengelola maupun sebagai evaluasi pariwisata yang dikembangkan. “Dengan demikian pengelolaannya harus memegang teguh konsep dari, oleh, dan untuk masyarakat, sehingga akan banyak nilai tambah (added value) yang dapat dipetik oleh masyarakat selaku subjek pariwisata, demikian Rektor UNP.
    Hadir sebagai pembicara lainnya dalam iven yang dihadiri kurang lebih 500 peserta diselenggarakan dalam rangka ulang tahun kota Sawah Lunto yang ke-129 tersebut yaitu Perwakilan PT. Bukit Asam (Saptanto Basuki), Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kementerian Paraiwisata (Tazbir Abdullah), Gubernur Sumbar (diwakili Defiani dari Dinas Pariwisata Provinsi), Perwakilan BPPT (Ir. Nur Hidayat, M.Si), serta sutradara kondang nasional, Garin Nugroho.
     Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf mengatakan dalam sambutan sekaligus pembukaan acara bahwa tantangan ke depan dalam industri pariwisata semakin berat karena adanya tantangan berupa kompetisi-kompetisi dari berbagai daerah khususnya untuk mengembangkan destinasi pariwisata. “Perlu adanya pengembangan secara berkelanjutan di Kota Sawahlunto agar nantinya tidak menjadi kota mati pasca tidak beroperasionalnya sektor tambang”, jelasnya.
    Sementara Sutradara Garin Nugroho menyambut baik dan merasa senang berada di ranah minang. Garin turut menyumbang pemikiran tentang pariwisata di Sawahlunto. Berkaca dari pengalamannya sebagai seorang sineas, Garin menekankan perlunya narasi dan kisah menarik dari Sawahlunto untuk diceritakan."Pariwisata itu bagaimana menceritakan dan apa yang diceritakan. Bagi saya Sawahlunto punya banyak hal yang luar biasa, mari kita buat orang kagum dengan segala yang luar biasa itu," ujar Garin yang mengaku tertarik menyutradarai sebuah film dengan setting kota Sawah Lunto.
    Perwakilan dari Dinas Pariwisata Prov.Sumbar, Defiani menjelaskan bahwa strategi pembangunan pariwisata daerah yaitu adanya pengembangan destinasi dan daya tarik pariwisata, melakukan promosi pariwisata yang efisien dan partisipatif, peningkatan kapasitas industri pariwisata dan usaha ekonomi kreatif maupun peningkatan kapasitas kelembagaan, SDM Pariwisata dan SDM Ekonomi Kreatif.
    Selain diskusi nasional, juga ditampilkan berbagai kreasi baik berupa hasil olahan tata boga, tata rias dan kecantikan serta eksibisi rias fantasi dari mahasiswa Fakultas Pariwisata dan Perhotelan yang dipimpin langsung oleh Dekan FPP UNP, Dra. Ernawati, M.Pd., Ph.D.

dasd