Wisuda Ke-116 UNP Tahun 2019 Serahkan Ijazah 2.948 Sarjana, Magister, Doktor Pidato Rektor Prof Ganefri Bahas Revolusi Kurikulum

Wisuda Ke-116 UNP Tahun 2019 Serahkan Ijazah 2.948 Sarjana, Magister, Doktor Pidato Rektor Prof Ganefri Bahas Revolusi Kurikulum
Printer Friendly, PDF & Email
Kategori

PADANG -- Rapat Wisuda Terbuka Universitas Negeri Padang (UNP) pada hari Senin (16/9) merupakan hari terakhir dari penyelenggaraan wisuda ke-116 periode September 2019, dua hari sebelumnya, Sabtu dan Minggu (14-15/9) juga berlangsung di Auditorium UNP, dengan jumlah wisudawan-wisudawti selama tiga hari berturut-turut tersebut sebanyak 2. 948 orang.

Selama prosesi wisuda, program D2 130 orang, Diploma 3    465 orang, S1 dan D4 Kependidikan 1. 364 orang dan S1 dan D4 Nonkependidikan 688 orang, Profesi Konselor 31 orang dan Magister 252 orang serta Doktor 18 orang, Prof Ganefri atas nama pribadi, sebagai Pimpinan, dan atas nama seluruh Warga UNP menyampaikan dengan rasa bahagianya dan apresiasinya yang tinggi atas kelulusan wisudawan/wisudawati sekaligus mengucapkan selamat atas gelar akademik yang telah diraih sesuai dengan bidang ilmu yang ditempuh.

"Dengan gelar, dan berarti juga dengan pengetahuan yang dimiliki, kami mengharapkan lulusan UNP terus menumbuhkan kepekaan terhadap lingkungan kehidupan bermasyarakat di Negara Republik Indonesia, seraya terus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Prof Ganefri.

Pada momentum Wisuda ke-116 yang berlangsung terakhir, Senin tanggal 16 September 2019 ini,  Pidato Wisuda berjudul “ Revolusi Kurikulum Perguruan Tinggi dalam Menyongsong Transformasi Pendidikan dan  Lulusan Berkompetensi Internasional.”

Dikatakanya perubahan dibidang teknologi, sosial, politik, ekonomi dan bidang lainnya di era Revoulusi Industri 4.0, memberi tuntutan kepada Perguruan Tinggi agar mengeluarkan lulusan yang tidak saja berkompetensi nasional, namun juga internasional.

Hal ini tentu saja mendorong agar kurikulum pendidikan tinggi (PT) sesuai dengan dinamika digital, internet of thing, Artificial Intelligence (AI), bioteknologi, serta perkembangan pesat lainnya. Jika tidakdisesuaikan, lulusan PT tidakakan terpakai atau kalah berkompetisi dengan lulusan PT  lain, oleh karena itu perlu dilakukannya revolusi kurikulum PT dalam menyonsong transformasi pendidikan dan lulusan berkompetensi internasional.

Perubahan-perubahan yang terjadi merupakan suatu variabel bebas yang memiliki kontribusi sangat signifikan terhadap keberhasilan kurikulum, yang sering diabaikan oleh banyak pihak.

Diungkapkannya, Kemenristekdikti di awal tahun 2018 yang lalu, telah memaparkan 5(lima) elemen penting yang harus menjadi perhatian dan akan dilaksanakan oleh Kemenristekdikti, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa, di era Revolusi Industri 4.0, yaitu, pertama, persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif di perguruan tinggi seperti, penyesuaian kurikulum pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal data  Information Technology (IT), Operational Technology (OT), Internet of Things (IoT), dan Big Data Analitic, mengintegrasikan objek fisik, digital dan manusia untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang kompetitif dan terampil terutama dalam aspek data literacy, technological literacy dan human literacy.

Kedua, rekonstruksi kebijakan kelembagaan pendidikan tinggi yang adaptif dan responsif terhadap revolusi industri 4.0 dalam mengembangkan transdisiplin ilmu dan program studi yang dibutuhkan. Selain itu, mulai diupayakannya program Cyber University, seperti sistem perkuliahan distance learning, sehingga mengurangi intensitas pertemuan dosen dan mahasiswa. Cyber University ini nantinya diharapkan menjadi solusi bagi anak bangsa di pelosok daerah untuk menjangkau pendidikan tinggi yang berkualitas.

ghf

Ketiga, persiapan sumber daya manusia khususnya dosen dan peneliti serta perekayasa yang responsif, adaptif dan handal untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Selain itu, peremajaan sarana prasarana dan pembangunan infrastruktur pendidikan, riset, dan inovasi juga perlu dilakukan untuk menopang kualitas pendidikan, riset, dan inovasi. Keempat, terobosan dalam riset dan pengembangan yang mendukung Revolusi Industri 4.0 dan ekosistem riset dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas riset dan pengembangan di Perguruan Tinggi, Lembaga Litbang, LPNK, Industri, dan Masyarakat, dan kelima, terobosan inovasi dan perkuatan sistem inovasi untuk meningkatkan produktivitas industri dan meningkatkan perusahaan pemula berbasis teknologi.

"Perubahan kurikulum di Perguruan Tinggi, merupakan aktivitas rutin yang harus dilakukan sebagai tanggapan terhadap perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (scientific vision), kebutuhan masyarakat (societal need), serta kebutuhan pengguna lulusan (stakeholder need). Kurikulum di Perguruan Tinggi perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman, pendidikan tinggi harus berfokus kepada outcome dengan pendekatan multidisiplin, inovasi di bidang entrepreneurship dan menghasilkan lulusan yang lebih khusus memiliki kompetensi dalam aspek technopreunership, ecopreunership dan sociopreunership," tegasnya.

gfn

Peryataan Prof Ganefri pada pidtonya, penguasaan kompetensi mahasiswa yang tak kalah urgennya di era Revolusi Industri 4.0, adalah mahasiswa dituntut untuk memiliki kompetensi dikenal dengan istilah ‘Formula 4C’. Pertama, Critical Thinking and Problem Solving,seyogyanya mahasiswa harus mampu, bersikap skeptis dan kritis dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat, Kedua, Creativity and Innovation, yakni kemampuan yang mesti dimiliki mahasiswa berpikir kreatif untuk melahirkan inovasi-inovasi baru, Ketiga, Communication,merupakan kemampuan berkomunikasi dan menguasai teknologi informasidalam percaturan dan ketatnya persaingan dalam arena globalisasi. Keempat, Collaboration, merupakan kompetensi dalam bekerjasama membangun sebuah kekuatan menghadapi problematika hidup, sehingga mampu bertahan di era Revolusi Industri 4.0.

Menurutnya, berdasarkan klasterisasi PT, yang dirilis Kemenristekdikti tanggal 16 Agustus 2019 lalu, UNP masuk 25 besar Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia, hal ini menandakan bahwa UNP kembali mengalami peningkatan dari rangking 26 tahun 2018 naik ke rangking 25  di tahun 2019 ini, dari 4000 Perguruan Tinggi di Indonesia. Capaian tersebut merupakan wujud dari usaha UNP mempertahankan Akreditasi Institusi A (unggul) dan dinamis dalam meraih target di rangking 20 besar di tahun 2020 nanti.

"Sejalan dengan capaian institusi tersebut dan mendukung program unggulan Kemenristekdikti, khususnya dalam transformasi pendidikan, UNP di antaranya telah memberlakukan perubahan kurikulum prodi dalam menghadapi dinamika Revolusi Indutri 4.0 dan semangat enterpreunership. Perubahan kurikulum tersebut diberlakukan pada Semester Juli-Desember tahun 2019, khususnya pada mahasiswa baru Angkatan 2019," terannya.

Lebih lanjut dikatakannya, selain itu kebijakan UNP juga menerapkan joint curriculum, joint degree dan double degree, bagi Program Studi yang memiliki Kelas Internasional.Sampai tahun 2019 UNP telah memiliki 15 prodi yang membuka Kelas Internasional,  4 Prodi telah divisitasi oleh assesor akreditasi Internasional AUN-QA tanggal 20 - 22 Agustus tahun ini, yaitu Prodi S1 Pendidikan Kimia, Pendidikan Teknik Elektro, Manajemen dan Pendidikan Bahasa Inggris, selanjutnya 4 Prodi, yakni Prodi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan Pendidikan Bimbingan dan Konseling sedang menunggu Akreditasi AUN-QA pada tahun 2020. Selain itu ada 6 Prodi lagi dalam persiapan menuju AUN-QA, dan sisanya terdapat 9 prodi yang dalam proses Akreditasi ASIIN dari lembaga akreditasi Internasional berkedudukan di Jerman.

"Di samping mengejar target untuk akreditasi Prodi secara Internasional, UNP juga telah berhasil menjalin kerjasama Internasional dengan 100 perguruan tinggi dan lembaga-lembaga lainnya di luar negeri, serta memberi akses akademis untuk mahasiswa asing. Berdasarkan data tahun 2019, terdapat sebanyak 63 orang mahasiswa asing kuliah di UNP, mereka berasal dari Negara Jepang, Myanmar, Malaysia, Thailand dan Philipina," paparnya

Sebagai upaya UNP menunjang kegiatan perkuliahan mahasiswa asing dan Program Profesi Guru (PPG) serta akreditasi internasional tersebut, perlu didukung oleh ketersedian sarana prasarana, pemerintah melalui Kementerian PUPR telah membangun dua asrama megah berlantai 4, memiliki 87 kamar dan mampu menampung sebanyak 350 orang.

Asrama tersebut telah diresmikan oleh Bapak Wakil Presiden RI Dr.(HC) Muhammad Jusuf Kalla pada Hari Selasa Tanggal 6 September 2019 yang lalu, dalam rangkaian kunjungannya ke Provinsi Sumatera Barat, dan sekaligus untuk menghadiri kegiatan anugrah Minang Entrepreunership Award, yang diberikan pada wirausahawan muda berprestasi.

Dari sisi institusi, dikatakannya, Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sampai bulan September ini, telah memberikan sertifikat akreditasi kepada 41 Program Studi di UNP  dengan nilai A (unggul) dari target 49 Prodi tahun 2019. Artinya sudah mencapai 41%dari 101 Prodi yang aktif di UNP. Target UNP padaakhirtahun 2021 Prodi yang terakreditasi A mencapai 70%. Capaian kinerja ini, merupakan langkah progress UNP menuju PTNBH (Perguruan Tinggi Badan Hukum) pada tahun 2024. Sedangkan prestasi penting di tingkat Internasional yang diraih oleh sivitas akademika UNP sampai 2019 ini, diantaranya pada Tanggal 10 September yang lalu,Tim Dosen dan Mahasiswa Prodi BimbingandanKonseling (Fakultas Ilmu Pendidikan) mampu meraih medali emas di ajang“Education Technology and Counselling Psycotherapy Innovation International Symposium”, yang digelar di Brunei Darussalam dan Juara 2 Lomba Puisi, yang diperoleh mahasiswa Fakultas Pariwisata dan Perhotelan pada kegiatan Student Exchange Sea Tvert di Malaysia bulan ini.(Humas UNP)