UNP Peduli Bencana di 50 Kota, Payakumbuh

Pelepasan rombongan oleh Rektor UNP Prof. Dr. Ganefri.
Category

Prodi Ilmu Lingkungan (program Master dan Doktor) serta Pendidikan Geografi (Program Master) mengunjungi daerah bencana di Pangkalan, Kab. 50 Koto sebagai wujud kepedulian bencana yang dialami masyarakat di sana. Pelepasan ini dilakukan di Rektorat UNP oleh Prof. Dr. Ganefri pada hari Sabtu, 11 Maret 2017. Yang ikut kegiatan ini adalah Ka. Prodi Ilmu Lingkungan Prof. Dr. Eri Berlian, Ka. Prodi S2 Geografi Dr. Dedi Hermon, Ka. PPLK Dr. Indang Dewata, M.Si, Mahasiswa S2 Geografi dan Lingkungan, mahasiswa S3 Ilmu Lingkungan serta MPALH UNP.

Menurut Ketua PPLK UNP Indang Dewata,  awal terjadinya banjir ini berasal dari laju curah hujan yang tinggi, diperkuat dengan laju run off yang tinggi akibat fungsi hutan yang sudah berkurang. Kekuatan banjir bertambah akibat dari penyempitan alur sungai dan tambang galian c serta tekanan pemanfaatan lahan oleh penduduk.

Daerah Pangkalan merupakan pertemuan 3 (tiga) sungai yang menuju PLTA Koto Panjang. Longsor pun terjadi sangat erat kaitannya dengan massa tanah yang bertambah karena hujan dengan intensitas tinggi sementara horizon alas tanah terdapat lapisan tanah liat sehingga gampang mengalami falling, sliding penyebab longsor, kejadian banjir dan longsor terjadi kedua kalinya, ujar Indang Dewata.

Kunjungan ini tidak hanya sebatas menganalisa penyebab terjadinya banjir, akan tetapi direncanakan MoU antara UNP dengan Bupati 50 Kota untuk melakukan kajian tentang program jangka panjang untuk menangani pasca kejadian banjir agar kejadian serupa tidak terjadi kembali. Kajian ini nanti akan bisa direkomendasikan ke Pemerintah Pusat atau Kementerian PU.

 

Rombongan yang mengikuti peduli bencana di 50 Kota.
Rombongan yang mengikuti peduli bencana di 50 Kota.

 

Rombongan yang mengikuti peduli bencana di 50 Kota.
Rombongan yang mengikuti peduli bencana di 50 Kota.