Tim Seni FBS UNP Tampil di Universiti Malaya Malaysia

Tim Seni FBS UNP Tampil di Universiti Malaya Malaysia
Printer Friendly, PDF & Email
Kategori

Padang -- Tim Jurusan Sendratasik FBS Universitas Negeri Padang (UNP) yang terdiri atas mahasiswa dan dosen hadir menampilkan Silek Randai dalam acara penutupan Kejohanan (Kejuaraan) pencak silat pendekar seabad tingkat Internasional di Akademi Pengajian Melayu Universiti Malaya dari tanggal 6 s.d 9 November 2019.

Demikian disampaikan oleh Ketua Tim yang juga Wakil Dekan 3 FBS UNP, Indra Yuda, Ph.D kepada wartawan melalui telepon, Sabtu (9/11) dari Kuala Lumpur,  Malaysia. Ketua Tim Indra Yuda,Ph.D., menjelaskan dalam karya kolaboratif  yang ditampilkan tersebut, digabungkan pertunjukan Silek Seni atau Mancak Berpasangan dengan Randai tanpa dialog. 

Artinya menurut Indra Yuda, hanya mengambil unsur pencak saja dan legaran serta tapuak galembong. Lebih lanjut Indra Yuda menjelaskan unsur pertunjukan lebih diutamakan yang berangkat dari pengembangan jurus silek dan balabek serta gerak kinestetis dari tarian tradisional yang ada di Minangkabau seperti Mancak Koto Anau, Mancak Padang, dan Silek Galombang Duo Baleh.

Indra Yuda menambahkan bahwa atraksi kolaborasi yang ditampilkan dalam acara penutupan kejohanan pencak silat pendekar seabad tingkat Internasional di Akademi Pengajian Melayu Universiti Malaya ini,  konsep kolaborasi karya Randai Silek yang berjudul Garak Garik ini mengambil ide dari filosopi silek yaitu ada lahir dan bathin. 

Menurutnya lagi, 'silek laia' (Silat Lahir--red) adalah penampakan emosi luar yang cenderung merusak sedangkan silek bathin penuh dengan pertimbangan dan kesatria. Ditambahkan Indra Yuda,  dalam kemasan Randai Silek ini ditonjolkan permainan silek berpasangan sebagai tokoh tanpa akting dan dialog yang seperti Randai umumnya, tetapi menggantinya dengan sepasang pasilek (pesilat) sebagai tokoh yang berdialog tanpa kata dan sastra, tetapi dialog digantikan dengan pola gerakan serang dan bela.

Selain itu, Wakil Dekan 3 FBS UNP menambahkan pertunjukan ini ditonton oleh mayoritas pesilat dari berbagai perguruan dari Indonesia dan Malaysia. Untuk perguruan tinggi Indonesia diwakili oleh Perguruan Silat SMI utusan Politeknik Negeri Padang dan Perguruan SHT Madiun Jawa Timur. (ET/Humas UNP)