PENDIDIKAN PANCASILA dan PKn JANUARI-JUNI 2020 UNP Bakal Terapkan Pembelajaran Daring
Printer Friendly, PDF & Email
Kategori

Padang -- Pengurus Pusat Kajian Pancasila Universitas Negeri Padang (UNP) akan mengidentifikasi masalah pembelajaran Mata Perkuliahan Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) terkait pada Semester Januari-Juni 2020 yang menerapkan Pembelajaran Daring, dimana dua mata kuliah umum ini, akan diselenggarakan secara online oleh dosen-dosen UNP yang diperuntukkan kepada 5000-an mahasiswa UNP yang mengambil mata kuliah ini. Rencana, kebijakan ini menindaklanjuti paket kerjasama UNP dengan Universitas Terbuka dalam penyelenggaraan mata kuliah umum ini.

"Saya harapkan dosen-dosen UNP yang mengampu dua mata kuliah umum Pendidikan Pancasila dan PKn mengikuti tutorial yang akan diselenggarakan UT dalam waktu dekat ini, mengingat jumlah mahasiswa yang mengampu dua mata kuliah ini lebih dari 5000-an yang lebih dari dua ribu sesi setiap semester di UT mesti dikembangkan dengan adaptif sesuai perkembangan teknologi pada era revolusi industri 4.0, yakni Pembelajaran Daring," ujar Rektor UNP, Prof. Ganefri yang memberikan sambutan sekaligus membuka Sosialisasi Penguatan dan Internalisasi nilai-nilai Luhur Pancasila Melalui Perkuliah Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan dan Pendidikan Multikultural, Selasa (15/1). Sebelumnya Ketua Pusat Kajian Pancasila, Dr. Junaidi Indrawadi S.Pd. M.Pd dalam laporannya mengatakan pada Tahun 2016 pihaknya telah melakukan penelitian tentang radikalisme dengan tema “Pengembangan Model Pembelajaran Anti Radikalisme melalui Pembelajaran Pancasila dan PKn di UNP. Kemudian tahun 2018 dan 2019  juga melakukan penelitian tentang LGBT dikalangan mahaiswa UNP dengan judul “Model Pembelajaran Anti LGBT melalui Pembelajaran Pancasila”. 

"Data penelitian menunjukkan, kedua hal tersebut ada di kampus kita. Namun, ekspos data kami lebih kepada pengetahuan dan sikap mereka serta bagaimana mengantisipasi perkembangannya melalui pembelajaran Pancasila dan PKn dengan tidak mengurangi kaedah ilmiah dalam sebuah penelitian. Sementara itu Sekretaris LP3M (Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjamin Mutu), Drs Bahrul Amin, M.Pd) mengatakan Pendidikan Pancasila yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi membentuk karakter dan kepribadian yang Pancasilais.

"Dalam memperbaiki proses belajar dan mengajar mestinya tidak terlalu fokus pada aspek pengetahuan semata tetapi juga pembentukan karakter," ujar Bahrul. Dijelaskannya, berdasarkan hasil rekapitulasi mata kuliah UNP Semester Januari-Juni 2020 jumlah sesi Pendidikan Kewarganegaraan sebanyak 64 sesi, Pendidikan Pancasila 81 sesi dan Pendidikan Multikultural sebanyak 4 sesi. Sedangkan jumlah dosen hanya 53 orang, maka rencana kebijakan menerapkan pembelajaran daring cukup efektif dengan kondisi saat ini. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Senat Lt 4 Rektorat UNP itu selain dihadiri Rektor, WR3, Prof Ardipal, beberapa Dekan dan Direkturdan Koordinator Mata Kuliah, juga dihadiri Dosen Pengampu, Tim Pakar dan Pengurus Pusat Kajian Pancasila UNP. (Agusmardi/Humas UNP)