KERJASAMA PENGEMBANGAN ONLINE LEARNING 5 NEGARA

KERJASAMA PENGEMBANGAN ONLINE LEARNING 5 NEGARA, UNP MENERIMA KUNJUNGAN PROJECT SPESIALIST  ERASMUS MARCO  TERAS PH.D DAN TIM  DARI TAMPERE UNIVERSITY FINLAND
Printer Friendly, PDF & Email
Kategori

UNP Menerima Kunjungan Project Spesialist  Erasmus Marco  Teras Ph.D Dan Tim  Dari Tampere University Finland, Kedatangan Marco Teras, Ph. D dan tim dari Tampere University Finlandia pada hari Jumat tanggal 11 Januari 2019 di Universitas Negeri Padang adalah dalam rangka membicarakan joint project Erasmus+ Capacity Building in Higher Education dalam bidang pengembangan Online Learning. Sebelumnya Marco dan tim sudah mengunjungi beberapa Universitas di Ireland, Philipina, Malaysia dan universitas Terbuka Indonesia yang tergabung dalam project Erasmus +.

dfs
Acara dibuka oleh Rektor UNP Prof.  Ganefri, Ph.D yang juga dihadiri oleh Prof. Paulina Pannen selaku Dewan Pengawas UNP. Dalam sambutannya Rektor UNP menyampaikan apresiasi dan terimakasih yang setinggi-tingginya atas dilibatkannya dalam project kerjasama ini. Dengan adanya project ini diharapkan terjadinya peningkatan dalam usaha implementasi online lerning di Universitas Negeri Padang. Meskipun project kerjasama ini dibiayai oleh EU (Erasmus), Rektor UNP menegaskan juga telah mengalokasikan dana pendamping untuk tahun 2019 terkait dengan penyediaan fasilitas dan infrastruktur serta sumberdaya manusia dalam rangka pengembangan elearning di UNP.

ds
Dalam kegiatan yang berlangsung selama sehari tersebut Marco Teras, Ph. D menyampaikan gambaran tentang program Erasmus + CBHE dihadapan Tim Pengembang Elearning UNP. Selanjutnya Tim Elearning memaparkan perkembangan pelaksanaan elearning di UNP baik itu tentang fasilitas dan inftrastruktur pendukung elearning maupun usaha yang telah dan akan dilakukan untuk meningkatkan pelaksanaan online learning di UNP.
Selanjutnya menurut Marco, program pendanaan ini akan di mulai pada Oktober 2019 dan akan berlangsung selama 3 tahun dengan berbagai macam program yang akan dilaksanakan seperti pengadaaan fasilitas, pengembangan kompetensi dosen, pelatihan bersama tim pengembang Elearning 5 Negara serta pengembangan mata kuliah bersama yang nantinya dilaksananakan secara online.(Yudanto Santoso)