815 Calon Guru Simulasi di 72 Sekolah Kota Padang

815 Calon Guru Simulasi di 72 Sekolah Kota Padang
Kategori

Apa jadinya suatu teori yang didapatkan tidak selaras dengan kondisi nyata? Mungkin itu hal biasa, Namun jika itu adalah simulasi mengajar? Mungkin lain cerita.
Sebab, simulasi mengajar itu bukan hanya menghadapi kondisi nyata suasana mengajar di sekolah, tetapi mengajar murid-murid secara langsung, belum lagi juga mengurus data yang lainnya.

LP3M UNP, salah satu lembaga Universitas Negeri Padang khususnya Pusat Pengalaman Lapangan (PPL) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Simulasi Mengajar di 72 sekolah di Kota Padang. Simulasi yang melibatkan 815 calon guru tersebut dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2017 dan berakhir 9 Desember 2017.

LP3M UNP dan Disdik Kota Padang dan Disdik Provinsi Sumbar pun menfasilitasi 'Meet the Headmaster' dari 815 calon guru dengan 72 kepala sekolah, baik TK, SMP dan SMA serta Kepsek SMK. Meet headmaster tersebut memperkenalkan kepala sekolah dengan calon guru.

Meskipun target simulasi calon guru berakhir 9 Desember 2017, karena Kondisi sekolah yang satu dengan sekolah lain pastilah berbeda-beda. Dan mahasiswa yang satu dengan mahasiswa lainnya juga menghadapi persoalan yang tidak sama, bukan berarti deadline tanggal 9 Desember 2017 harus selesai. Calon guru masih diberi tenggang waktu.
 
Pejabat terkait yang hadir dalam meet headmaster itu adalah Rektor UNP, Prof Ganefri, PhD diwakili Kepala Pusat PPL LP3M UNP, Dr Waskito, Kepala Bidang Pembinaan SMK MT, Syorizal, MT dan Indra Yedi Bakri, Kasi Penjamin Mutu, dan Syamdani, Kasi Tenaga Teknis dari Disdik Kota Padang.

aa

Simulasi Calon Guru ini bertujuan mendukung mahasiswa UNP yang menghadapi mata kuliah microteaching dan simulasi mengajar lainnya saat berada di kampus, dan membandingkan dengan kondisi nyata di sekolah, tentu banyak sekali hal yang berbeda. Ekspektasi tidak sesuai dengan realita.

Kepala Pusat PPL LP3MP, Waskito mengungkapkan mahasiswa sebagai calon guru harus praktek dulu sebelum nanti jadi guru. Sehingga mahasiswa diharapkan bisa mengkondisikan hal-hal yang berbeda tersebut supaya proses belajar mengajar di kelas tetap bejalan lancar.
"Mulai dari jumlah siswa, penataan ruangan, tingkat kemampuan dan tingkah laku siswa tentu sangat berbeda. Nah, intinya, dengan adanya PPL ini, mahasiswa diharapkan bisa beradaptasi," ujar Waskito, Sabtu (19/8) di GOR UNP.

Setelah melakukan perkenalan kepala sekolah dengan para calon guru, mahasiswa UNP yang mengikuti PPL itu mendapat arahan langsung dari para kepala sekolah. Kepala Pusat PPL LP3M UNP, Waskito, menyerahkan calon guru TK, SMP kepada Kepala  Disdik Kota Padang diwakili Indra Yendi Bakri dan mahasiswa calon guru SMA dan SMK diserahkan kepada Kepala Bidang Pembinaan SMK MT Disdik Sumbar, Syorizal, MT.

Salah satu Kepsek yang mendapat aplaus dari para calon guru saat perkenalan itu adalah Kepsek SMP 30 Padang, Firdaus Z, S.Pd. MM. Dia tampil dengan senyum dan ceria memperkenalkan diri, dengan membuka topi yang dipakai disambut dengan riuhnya tepuk tangan generasi calon guru masa depan. (Humas/UNP)

aa