Kerjasama Kemenristekditi dan LP2M UNP,70 Dosen Disiapkan Meneliti Program Riset Terapan

Kerjasama Kemenristekditi dan LP2M UNP,70 Dosen Disiapkan Meneliti Program Riset Terapan
Printer Friendly, PDF & Email
Category

Padang -- Universitas Negeri Padang semakin serius mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk melatih sekaligus memfasilitasi para dosen, Selasa (30/4) UNP bekerjasama dengan Kemenristekdikti telah dilaksanakan workshop peningkatan kualitas proposal penelitian program riset terapan.

Bertempat di Hotel Kyriad Bumi Minang sebanyak 70-an dosen memenuhi amanat dalam UU nomor 14 tahun 2005 dan PP nomor 37 tahun 2009, yakni untuk dapat menyelenggarakan kewajiban penelitian. Para dosen tersebut diharapkan mampu menyusun proposal program riset terapan.

"Melalui workshop ini, para peneliti dapat menghasilkan berbagai proses dan produk teknologi, seni dan budaya yang berujung antara lain HAKI dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat bangsa, sehingga untuk mencapai tujuan tersebut penelitian tersebut harus dilakukan secara professional dengan prinsip-prinsip akuntabel, transparan dan mengacu kepada sistem penjaminan mutu penelitian," ujar Wakil Rektor 1 UNP, Prof Yunia Wardi dalam sambutannya pada pembukaan workshop tersebut.

Dikatakannya, sebagai perguruan tinggi berakreditasi A setiap dosen dituntut selalu proaktif dan kreatif merangkai ide dan masalah yang akan dijadikan topik penelitian yang pada akhirnya disusun dalam sebuah proposal penelitian program riset terapan. Pada workshop ini juga dilibatkan dosen PTN/PTS lainya.

Workshop yang menghadirkan narasumber yang direkomendasikan Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Ocky Karma Radjasa menyajikan tatacara penyusunan proposal mulai dari merenungkan ide dan gagasan, membuat judul, membuat abstrak, latar belakang masalah, rumusan masalah dan tujuan masalah secara spesifik dan tajam. 

Menurut Dr Kairuddin, Sekretaris LP2M UNP, “workshop ini diperuntukkan bagi Dosen yang fokus pada program riset terapan agar dapat menyusun proposal yang baik dan mendapatkan hibah dikti”. Masih menurut Kairudin bahwa setiap dosen mempuyai peluang mendapatkan hibah baik yang bersifat desentralisasi (penelitian dasar, hibang bersaning dan lainnya) maupun sentralisasi (hibah kompetisi, hibah strategi nasional dan lain sebagainya). (Humas UNP)