Dibuka Menristekdikti, Perubahan Pendidikan Tinggi Menyesuaikan Revolusi Industri 4.0

Dibuka Menristekdikti, Perubahan Pendidikan Tinggi Menyesuaikan Revolusi Industri 4.0
Printer Friendly, PDF & Email
Category

Padang -- Perubahan penyiapan guru profesional menjadi sangat penting, agar Lembaga Pendidikan Tinggi Keguuruan (LPTK) bisa melahirkan lulusan yang relevan dengan revolusi industri, 4.0. Untuk itu infrastruktur yang tersedia di universitas LPTK harus sesuai dengan kebutuhan yang sesuai dengan eranya.

Hal ini disampaikan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Menristekdikti) RI Prof. Muhammad Nasir, PhD pada acara pembukaan KONASPI IX-2019, Rabu malam (13/4) di UNP Padang.

Menurut Muhammad Nasir, ini dari hasil penelitian yang disampaikan oleh satu peneliti. Tidak  ada korelasi positif antara yang mendapatkan sertifikasi dengan prestasi kinerja yang baik. Demikian juga dosen, tidak berarti makin banyak guru besar, kian banyak pula publikasinya.

Muhammad Nasir menunjukkan bukti, profesor di Indonesia jumlahnya sekarang sebanyak 5500 orang. Asumsinya makin banyak profesor makin banyak publikasi, ternyata profesor yang melakukan publikasi baru sekitar 2250 atau masih jauh dari apa yang  diharapkan.

Pada saat awal saya memimpin Menristekdikri, kata Muhammad Nasir, publikasi yang ada di Indonesia hanya 5250.  Thailand diangka 9500, Singapura diangka 18000, Malaysia diangka 28.000. Dengan perbaikan kebijakan dan perbaikan regulasi pada  tahun 2018, angka publikasi di indonesia  31.851. Ini lompatan yang luar biasa, 20 tahun  yang lalu kita tidak pernah megalahkan Thailand, tapi dengan kerja keras para rektor LPTK yang telah berkontribusi terhadap peningkatan publikasi hal ini bisa dicapai .

Lebih lanjut dikatakannya, saya ingin mimpi Indonesia punya pendidikan tinggi yang menghasilkan guru profesional dan menghasilkan guru yang menciptakan murid yang berkualitas ini terwujud seperti yang diharapkan.
Muhammad Nasir juga mengatakan, Konaspi yang biasanya diadakan 4 tahun sekali ini sangat lama sekali.  Apa tidak dimungkinkan diadakan setiap 2 tahun sekali, sehingga  bisa melakukan perubahan perubahan dengan cepat. Mudah- mudahan kalau bisa dilaksanakan, tentu mempengaruhi perubahan yang lebih cepat lagi untuk LPTK yang ada di Indonesia.

Ketua Forum LPTKNI Prof. Dr. Syawal Gultom pada kesempatan ini juga menyampaikan, ,  kita memilih Ranah Minang yang filsafat Alam Takambang Menjadi Guru, Adat Bersandi Syarak Syarak Bersandi Kitabullah ini sebagai tempat pelaksanaan Konaspi IX yang bertema Pendidikan Indonesia Era Revolusi Industri .4.0, karena disini banyak pemikir pemikir nasional.

Forum ini adalah forum para pendidik di LPTK dan perguruan tinggi lain untuk menyumbangkan fikirannya dalam rangka meperbaiki pendidikan di Indonesia. Selama tiga hari ini kita akan berusaha untuk memberikan pemikiran bagaimana dan apa sebetulnya  pendidikan diera revolusi Industri itu.

“Diharapkan kegiatan pada Konaspi IX ini akan membawa rekomendasi baru untuk kita sumbangkan untuk pengembangan dan perjalanan pendidikan dua tiga tahun kedepan,” ujar Syahrul Gultom.

Sementara itu rektor UNP Padang Prof Ganefri mengaharapkan, Konaspi IX menjadi wahana akademik  kaum pendidik dalam memberikan sumbangsih pemikiran bagi manusia Indonesia seutuhnya. Terutama dibidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, ajang bertukar pengetahuan dan informasi, pengalaman dan peluang kerjasama dan momentum silahturahim antar pimpinan dan dosen LPTK se Indonesia.
Penyelengaran Konaspi ke IX tahun 2019 ini berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya dan memiliki beberapa kegiatan tambahan. Jika selama ini hanya diisi dengan kegiatan konvensi dan seminar nasional, di Konaspi IX kualitasnya ditingkatkan menjadi seminar Internasional.

Prof. Ganefri juga menyampaikan, para peserta merupakan utusan dosen dari 12 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan 31 FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) di Universitas Negeri dan Swasta yang menggeluti pengajaran dan penelitian di bidang pendidikan dari berbagai perspektif. Makalah yang memenuhi syarat dimuat di prosiding terindeks dari lembaga pengindeks global.

Sampai hari terakhir pendaftaran telah tercatat sebanyak 2089 peserta yang memastikan hadir di Iven akbar ini.
“Kita bangga, disamping 12 Rektor LPTK menurut rencana juga akan dipersentasikan sembilan pemakalah utama dari beberapa rektor non LPTK dan perwakilan institusi yang berkompeten dalam kebijakan pendidikan nasional,” kata Ganefri.

Dijelaskan Ganefri,  untuk seminar Internasional melalui proses seleksi ketat. Dari lebih 1500 abstraksi yang masuk terjaring 1009 artikel  ilmiah yang  layak dipersentasikan yang .terdiri dari 526 makalah untuk ICESHum dan 483 makalah untuk ICESTech. Ini belum termasuk 8 makalah utama,  masing masing 4 makalah untuk ICESSHum dan ICESTech dari 8 Pakar/Kaynote Speaker yang berasal dari 6 negara Indonesia, Australia, Amerika Serikat, Jepang, Singapura dan Malaysia.

Pada kesempatan ini Ganefri juga mengemukakan, dalam rangka mengakselerasi visi misi UNP menuju Universitas yang bertaraf Internasional, maka pada semester ini dan semester sebelumnya sudah hadir sebanyak 45 mahasiswa dari luar negeri yang terdaftar sebagai mahasiswa reguler di UNP. Disamping itu 4 program studi di UNP sedang dalam proses pengajuan sertifikat akreditasi internasional, menyusul 8 program studi lainnya yang sekarang sudah masuk tahapan persiapan visitasi serifikasi internansional dari Asean university Network Qualiti Asurance (AUN QA). (Humas UNP)