UNP Terus Menumbuhkan Semangat Sumpah Pemuda, Peringatan Ke-90 Bersatu untuk Kemajuan

UNP Terus Menumbuhkan Semangat Sumpah Pemuda, Peringatan Ke-90 Bersatu untuk Kemajuan
Printer Friendly, PDF & Email
Category

Upaya berkelanjutan menumbuhkan semangat Sumpah Pemuda dikalangan mahasiswa terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan memperkenalkan perjuangan pahlawan zaman dulu melawan penjajah, baik pahlawan nasional asal Ranah Minang maupun tokoh nasional lainnya.

Rektor Universitas Negeri Padang, Prof Ganefri di Lapangan Sepakbola FIK UNP pada upacara Sumpah Pemuda, Ahad (28/10), mengatakan, aktivitas kemahasiswaa di UNP selalu menekankan pendidikan tanpa SARA.

Penjelasan Prof Ganefri, mahasiswa kependidikan diberikan pemahaman bahwa kelak menjadi guru ajarkan siswanya saat bertemu dengan orang lain, jangan sesekali membeda-bedakan warna kulit, bentuk rambut, agama dan suku.

"Kepada mahasiswa calon guru kita himbau ajarilah siswanya bahwa Indonesia punya semboyan Bhineka Tunggal Ika, sehinga generasi masa depan menyadari dirinya bisa hidup ditengah perbedaan," ujar Prof Ganefri

Memperingati 90 tahun Hari Sumpah Pemuda “Bangun Pemuda Satukan Indonesia”, Ahad (28/10), UNP menggelar upacara di Lapangan Sepakbola FIK UNP, bertindak sebagai pembina upacara Rektor UNP, Prof Ganefri PhD.

ad

Dalam amanatnya, pembina upacara mengawali dengan pekikan ikrar sumpah pemuda, “Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia”.

Tiga kalimat monumental, berejaan Van Ophuysen tersebut, merupakan keputusan Kongres Pemuda Indonesia Kedua yang diselenggarakan di Batavia (Jakarta), tanggal 27-28 Oktober 1928.

"Ikrar dimaksud, hasil kongres yang dipimpin Soegondo Djojopoespito, beliau berusia 23 tahun, tiga kalimat diatas meneguhkan spirit untuk meraih kemerdekaan suatu bangsa. Walaupun kita tahu, dalam goresan sejarah, kebebasan dari kolonialisme itu baru diraih 17 tahun kemudian," tambahnya.

Rektor Prof Ganefri juga menjelaskan bahwa Semangat membara barisan muda, telah meletakkan fondasi komunitas beribu pulau dalam balutan “Indonesia”. Konsep nation state yang dibayangkan, dikemas dengan ketegasan
untuk menjunjung hanya satu lingua franca, bahasa Indonesia. Adapun kata “Indonesia” sendiri, telah berpuluh tahun melekat dengan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

da

Pada kesempatan lain, Rektor UNP menyampaikan bahwa Visi pemuda 90 tahun yang lalu, masih terasa ketangguhan makna yang sarat dengan kebersamaan dalam mengusung semangat anti kolonialisme. Sejatinya, ikrar Sumpah Pemuda merupakan kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. 28/10/2018

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2018 ini di UNP sedikit berbeda karena upacara dilakukan tepat pada waktunya walaupun pada hari Ahad.

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 ini oleh seluruh sivitas akademika UNP, terdiri dari seluruh pejabat struktural, fungsional, pegawai dan mahasiswa UNP. (Humas UNP)