Penguatan Pancasila di Kampus Tangkal Masuknya Ideologi Sesat dan Radikalis

Penguatan Pancasila di Kampus Tangkal Masuknya Ideologi Sesat dan Radikalis
Printer Friendly, PDF & Email
Category

Rektor UNP, Prof. Ganefri mengatakan ada fenomena kurang tepat yang dilakukan oleh bangsa ini pasca reformasi 98. Yaitu, penguatan nilai-nilai Pancasila dianggap tak relevan lagi disertakan dalam dialektika reformasi. Sebab hanya dianggap sebagai bagian sejarah lampau.

“Kita butuh Pancasila untuk menangkal paham radikalisme dan fanatisme kelompok kekerasan yang mengatasnamakan agama, yang bertujuan memecah persatuan bangsa ini,” ungkapnya ketika membuka kegiatan wisuda periode 111, di Auditorium UNP, Sabtu (2/06/2018).

Menurut Prof. Ganefri, sebagai ideologi bangsa, Pancasila harusnya dihayati secara kolektif. Kenyataannya, masyarakat di Republik ini sempat mengabaikannya. Dampaknya, ideologi sesat, mulai masuk. Bahkan menyusup ke dunia pendidikan. Tak heran jika kaum radikal berani muncul menunjukkan eksistensinya untuk menebar ketakutan dan menyusupkan ideologinya.

“Satu bulan terakhir, Negara kita dihadapkan aksi bom bunuh diri dan kekerasan. Mulai aksi pemberontakan tahanan di Mako Brimob Kelapa Dua. Disusul rentetan bom bunuh diri di Surabaya. Kemudian penyerangan di Mako Polda Riau. Jangan lagi meninggalkan Pacasila. Itu contoh buah pahitnya,” pinta Prof. Ganefri.

Prof. Ganefri menegaskan, UNP menentang dan mengutuk segala bentuk radikalisasi di negeri ini. Sebagai perguruan tinggi yang menjadikan pendidikan sebagai core utamanya, UNP berkewajiban mencegah berkembangnya paham radikal, yakni melalui program pembelajaran berbasis nilai-nilai Pancasila.

“Kurikulum wajib UNP telah mengamanahkan pendidikan Anti – Radikalisme, yang termaktub dalam Pendidikan Agama, Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Ilmu Sosial Budaya Dasar,” bebernya.

Selain itu, tambah Prof.Ganefri, UNP telah menetapkan mata kuliah Pendidikan Multikultural sebagai bagian mata kuliah umum. Untuk lebih menguatkan dan menyebarluaskan urgensi nilai-nilai Pancasila di civitas akademika dan tenaga pendidik, telah dibentuk pula Pusat Kajian Pancasila UNP.

“Pusat kajian itu sudah dilantik kepengurusannya oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Yudi Latief pada Maret 2018,” pungkasnya. (Humas UNP)

 

Penguatan Pancasila di Kampus Tangkal Masuknya Ideologi Sesat dan Radikalis