Kajian Ilmiah Michael Koh di Rektorat UNP: Aplikasi Biomekanika dalam Pembelajaran Penjas

Kajian Ilmiah Michael Koh di Rektorat UNP: Aplikasi Biomekanika  dalam Pembelajaran Penjas
Category

Pemahaman konsep gerak yang baik dan benar saat ini terlihat masih sering diabaikan baik oleh guru, atlet ataupun pelatih. Artinya, mereka masih melaksanakan suatu aktivitas gerak tanpa memperhatikan nilai efektifitas serta efisiensi gerakan yang dilakukan.
 Padahal apabila mereka menyadari akan pentingnya pemahaman konsep gerak yang menjadi modal utama dalam pelaksanaan aktivitas olahraga, maka banyak sekali manfaat yang dapat di peroleh. Manfaat nyata yang dapat diperoleh dalam memahami konsep belajar gerak dalam keolahragaan adalah pencapaian prestasi yang optimal dengan memperkecil peluang terjadinya cidera pada pelaksanaan olahraga tersebut.
Konsep gerak dalam olahraga dapat dipelajari melalui pemahaman sebuah disiplin ilmu dalam ilmu olahraga, yaitu biomekanika olahraga. Biomekanika merupakan ilmu yang membahas aspek-aspek mekanika dari gerakan-gerakan tubuh manusia, kombinasi antara keilmuwan mekanika, antropometri dan dasar ilmu kedokteran.
Oleh karena itu, biomekanika erat kaitanya dengan ilmu keolahragaan dan memiliki fungsi penting bagi guru pendidikan jasmani dan pelatih olahraga, dalam hal ini fungsi dan kegunaan biomekanika bagi guru pendidikan jasmani dan pelatih olahraga. Pertanyaanya, bagaimana caranya agar guru Penjas dan pelatih cabang olahraga mampu mengaplikasikan biomekanika dalam prakteknya? Apa saja cara yang dilakukan saat untuk memberikan instruksi yang benar kepada atletnya.
Pertanyaan itulah yang berusaha dijawab oleh Prof Michael Koh  dalam kuliah umum yang digelar di Rektorat UNP, Ruang Sidang Senat lantai 4.
Dalam kesempatan itu, Direktur Republik Politeknik Singapura itu menuturkan Secara garis besar fungsi dan kegunaan biomekanika pada guru pendidikan jasmani maupun pelatih olahraga, yakni memberikan dasar ilmu pengetahuan untuk mengambil keputusan berkenaan dengan keterampilan dan gerak dasar pada olahraga.
Kedua, sebagai dasar untuk memperoleh jawaban tentang masalah dalam unjuk kerja (Praktek) olahraga. Ketiga, Prinsip serta asasnya dipakai dalam meberikan assasment dan koreksi terhadap unjuk kerja yang dilakukan oleh peserta didik / atlet.
"Dan yang terakhir dari kegunaan biomekanik bagi guru Penjas dan pelatih yakni mengembangkan gerak dasar olahraga yang lebih efisien dan efektif peserta didik atau atlet," ujar Michael Koh.
  Ia mengatakan tubuh manusia diproduksi oleh kontraksi otot. Namun, gerakan ini juga dipengaruhi oleh kekuatan luar seperti gravitasi, gesekan, ketahanan cairan dan kekuatan reaksi yang ditimbulkan melalui kontak di tanah atau pada dampak dengan benda lain. Dalam biomekanika olahraga, seseorang menerapkan prinsip mekanika dalam analisis pergerakan manusia. Pendekatan semacam itu akan menguntungkan para profesional di industri kesehatan, kebugaran, olahraga dan pembinaan karena mereka akan lebih mampu menjawab pertanyaan mendasar seperti, teknik apa yang terbaik? Apakah teknik itu sesuai dengan peserta atau apakah itu spesifik bagi atlet elit? Apa yang salah dengan performa? Bagaimana seharusnya seseorang memperbaiki teknik.
    Ia juga menjelaskan dalam kebanyakan kasus, pertimbangan singkat faktor anatomis dan mekanis yang berkontribusi terhadap pergerakan cukup untuk memungkinkan praktisi melakukan analisis kualitatif yang valid untuk mengatasi masalah ini dan tidak berusaha menebak. Jika dikejar lebih jauh, ada alat analisis kuantitatif yang lebih hebat yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah dengan kompleksitas yang lebih besar atau bahkan masalah umum yang berulang kali dihadapi oleh guru Penjas dan pelatih.
    Kuliah umum yang digelar Program Studi Pendidikan Olahraga S2 dibuka oleh Wakil Rektor 4, Prof Syahrial Bakhtiar dihadiri 100-an mahasiswa S2 Prodi Pendidikan Olahraga.
"Alhamdulillah walaupun terkesean mendadak, namun acara itu cukup bermanfaat bagi mahasiswa Prodi Pendidikan Olahraga, " Ujar Koordinator Program Studi Pendidikan Olahraga S2, Dr Bafirman M,Kes.
Prof Dr. Syahrial Bakhtiar dalam sambutannya mengatakan akan mendorong mahasiswa S2 untuk terlibat dalam penelitian secepatnya. (Humas UNP)

dgd

gds