PENGANUGERAHAN GELAR DR HC PRESIDEN RI KE-5; Orasi Megawati Memukau, Hadirin Berikan Standing Ovation

Besok Penghargaan Doktor "Honoris Causa" Pada Megawati PENGANUGERAHAN GELAR DR HC PRESIDEN RI KE-5 Orasi Megawati Memukau, Hadirin Berikan Standing Ovation
Category

Meriah dan hikmat serta dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK, Prosesi penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan (Dr.HC) Hj. Megawati Soekarnoputri yang digelar Universitas Negeri Padang, Rabu (27/9) menjadi lebih penuh makna dengan hadirnya Wakil Presiden ke-11, Prof Dr. H Boediono. M.Ec.

Ada Mendagri, Tjahyo Kumolo, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, Mendikbud, Muadjir Effendi, Menkop dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menkumham, Yusonna Laoly, Menko BPKK, Puan Maharani Wamen ESDM, Archandra Tahar, Kepala BIN, Budi Gunawan, Ketua Watimpres, Srid Adiningsih.

Prosesi penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan (Dr.HC) Hj. Megawati Soekarnoputri makin seru diikuti karena usai Orasi ilmiah Presiden RI Ke-5 Bidang Politik Pendidikan disambut dengan standing aplaus, setelah proses pidato selesai 4000 ribuan hadirin yang menyimak, mendengarkan, setuju campur kagum atas isi pidato, yang awalnya duduk kemudian berdiri dan serta merta melakukan tepuk tangan berdiri sebagai tanda bahwa pidato sangat berkesan dan memukau sanubari hadirin.

Meriah, hikmat dan sukses karena kali ini UNP menggelar Doktor Kehormatan sekelas Presiden, sebelumnya pernah memberikan gelar kehormatan kepada Gamawan Fauzi, yang saat diberikan gelar menjabat Mendagri.

Tapi, untuk memberikan gelar gelar kehormatan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri selain kesepakatan promotor, Prof. Dr. Syufyarma Marsidin, MPd, Prof. Dr. Harris Effendi Tahar, M.Pd, Prof Dr Fauzan, MA, Prof. Dr. Dasman Lanin, MPd, PhD, Prof Dr Rokhmin Dahuri,MS (Ekstarnal), juga masukan kontributor, Prof Dr Malik Fajar dan Prof Dr Mestika Zed, MA, kegiatan ini digelar Rektor dan Senat UNP secara meriah di Auditorium UNP.
Seperti diketahui pemberian Gelar Doktor Honoris Causa kepada Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri, menunjukkan pengakuan UNP atas peran dan jasa Megawati di dalam mempelopori UU Sistem Pendidikan Nasional.

"UU Sisdiknas tidak hanya dimaknakan sebagai proses demokratisasi dalam dunia pendidikan. Filosofi tentang pendidikan dalam fungsinya mencerdaskan kehidupan bangsa yang menempatkan peran sentral guru diletakkan dengan kuatnya," kata Prof Ganefri

Dalam penilaian pihak UNP, kata Ganefri, Megawati dikenal sosok yang terus mendorong politik pendidikan yang berkarakter.

Pendidikan yang berpijak pada filosofi dasar bangsa, Pancasila dan pendidikan yang berposes bagi lahirnya manusia Indonesia yang kompeten, unggul dan berdaya saing.

Namun tetap berkepribadian Indonesia. Konsistensi Megawati untuk lebih memilih jalur hukum ketika terjadi serangan kantor partai pada tanggal 27 Juli 1996, juga merupakan hasil proses pendikan berkarakter.

Bagi Megawati Soekarnoputri, kata Ganefri, pendidikan menempatkan peran sentral pada keluarga, guna menanamkan dasar-dasar pendidikan budi pekerti, yg begitu lekat dengan nilai-nilai kemanusiaan.

"Demikian halnya guru. Gurulah yang paling memahami bahwa ukuran pendidikan bukanlah sekedar diukur dari pencapaian nilai-nilai terbaik bagi siswanya," ujarnya.

"Pendidikan harus melahirkan spirit untuk berprestasi menjadi manusia cerdas yang membumikan ilmunya bagi tanah air dan bangsanya," ungkap Ganefri.

Dengan demikian, lanjut Ganefri, pemberian gelar tersebut diharapkan dapat menggelorakan kembali dedikasi dunia pendidikan Indonesia bagi kemajuan bangsanya guna memerkuat rasa percaya pada kekuatan bangsa sendiri.

"Selama bangsa Indonesia percaya pada kekuatan sendiri dan memiliki mentalitas pejuang, serta nasionalisme yang membumi, maka berbagai persoalan bangsa dapat diselesaikan dengan gotong royong dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa," terangnya. (Humas UNP)

 

fsdf

rtyr