Mahasiswa Bidikmisi UNP Butuh; Dukungan Gubernur, Bupati dan Walikota

Mahasiswa Bidikmisi UNP Butuh; Dukungan Gubernur, Bupati dan Walikota
Category

Universitas Negeri Padang mengundang Kepala-Kepala Dinas Pendidikan  Provinsi dan kabupaten/kota se-Sumatera Barat untuk kelancaran Program Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK) pada hari Selasa 1 Agustus 2017 di Ruang Sidang Rektor UNP.
Rektor UNP, Prof. Ganefri, Ph.D dalam sambutannya mengemukakan bahwa membludaknya mahasiswa baru mengajukan bidikmisi dari kouta yang diberikan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemnristekdikti) RI ke Universitas Negeri Padang yakni sekitar 2300 di tahun 2017 setidaknya membutuhkan dukungan para kepala daerah, baik Gubernur, Bupati dan Walikota di Sumatera Barat. "Kuota bidikmisi untuk UNP hanya 1.160, sementara pengusul 3.000 mahasiswa dengan 780 orang di antaranya berasal dari luar Sumatra Barat. Kami mengajak Gubernur, Bupati dan Walikota di Sumbar untuk peduli dengan kondisi ini," ujar Rektor UNP, Prof Ganefri.
Menurut Prof. Ganefri, Ph.D calon mahasiswa baru yang mengajukan program bidik misi ke UNP tahun 2017 cukup mengalami peningkatan yang signikfikan dari tahun sebelumnya. “ Empat puluh persen yang mendaftar ke UNP adalah anak-anak kita yang kurang mampu dari segi ekonomi, tapi memiliki kemampuan akademik yang baik,” tegas Prof. Ganefri, Ph.D saat memberikan kata sambutan pada lokakarya implementasi kemitraan UNP dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kab/Kota se Sumatera Barat, Selasa (1/8).
Ganefri menjelaskan bahwa mahasiswa Bidikmisi tersebut tidak dikenakan uang kuliah. Tambahannya pula, penerima Bidikmisi juga mendapatkan uang saku sebesar Rp 650.000,00 setiap bulan dari negara. Di sisi lain, lebih dari setengah mahasiswa pengusul Bidikmisi tidak dinyatakan lulus. UNP sendiri, kata Ganefri, tidak mungkin membebaskan uang kuliah semua mahasiswa tersebut. “Inilah yang sama-sama kita pikirkan bersama bapak gubernur, DPRD, dan Kapolda Sumbar,” ujarnya.
Tidak dapat dipungkiri, pemberian beasiswa Bidikmisi telah membuat indeks pembangunan manusia di Sumbar meningkat. Menurut Prof. Ganefri, Ph.D hal ini dikarenakan semakin meningkatnya kesadaran siswa kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. (Humas/UNP)

dfs